Banten

TERKINI! Gawat Darurat Semeru, Kerugian Ekonomi Hingga Ratusan Ternak Mati: Status Awas Level IV, Sebanyak 1.156 Jiwa Mengungsi

Saeful Anwar | 20 November 2025, 21:45 WIB
 TERKINI! Gawat Darurat Semeru, Kerugian Ekonomi Hingga Ratusan Ternak Mati: Status Awas Level IV, Sebanyak 1.156 Jiwa Mengungsi

AKURAT BANTEN-Gunung Semeru di Jawa Timur benar-benar bergejolak hebat, menyebabkan Kabupaten Lumajang lumpuh sementara.

Menyusul peningkatan drastis status ke Awas (Level IV) pada Rabu (19/11/2025), dilaporkan terjadi kerusakan material yang masif, memaksa Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang status Tanggap Darurat selama 7 hari.

Erupsi yang memuntahkan material vulkanik hingga 2.000 meter dan meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) sejauh 13 kilometer ini telah menyebabkan kerugian besar di tiga desa terdampak.

Baca Juga: Diduga Langgar KDB, Proyek Padel di Puri 11 Masih Ngebut Kerja Meski Sudah Disegel Pol PP Kota Tangerang

Seruan Gubernur Jawa Timur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengeluarkan pernyataan tegas yang berfokus pada keselamatan warga.

“Saya memohon seluruh warga di sekitar Semeru untuk mengutamakan keselamatan. Jangan menunggu arahan kedua. Petugas kami terus bekerja di lapangan,” kata Khofifah.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas), kami meminta seluruh warga untuk mematuhi larangan masuk ke zona bahaya, segera mengungsi jika mendapat instruksi dari petugas di lapangan.” Ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), P. Hadi Wijaya, menekankan bahaya material:

“Jangan anggap enteng awan panas. Ini bukan kabut, tetapi material bersuhu sangat tinggi. Masyarakat harus mewaspadai zona sektoral sejauh 20 kilometer ke arah selatan-tenggara. Karena, berpotensi menjadi jalur aliran material vulkanik,” ujarnya, menegaskan dalam radius 8 kilometer dari puncak harus steril.

Baca Juga: Pedalaman Papua Geger! Smartboard 'Kiriman Prabowo' Sulap Kelas Tradisional Jadi Jendela Dunia!

Ratusan Rumah Hancur, 124 Ternak Mati

Data terbaru pada Kamis (20/11) menunjukkan skala kehanchan yang mengerikan:

1. Dampak Ekonomi Paling Parah
Dampak terparah dilaporkan terjadi di Dusun Umbulan dan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang:

Kerusakan Hunian: Lebih dari 200 rumah warga dilaporkan rusak berat hingga tertimbun material vulkanik dan batuan besar.

Pukulan Ekonomi Peternak: Kerugian terbesar dialami sektor peternakan, dengan total 124 ekor ternak (4 sapi dan 120 kambing/domba) ditemukan mati akibat terjangan APG.

2. Tiga Korban Luka Bakar
Setidaknya tiga orang mengalami luka bakar: sepasang suami istri asal Kediri dengan luka bakar sekitar 20% akibat tergelincir di Jembatan Gladak Perak, dan seorang warga Supiturang dengan luka bakar grade 1.

3. Tanggap Darurat dan Evakuasi
Pemkab Lumajang telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam selama 7 hari (19-25 November 2025), mengaktifkan pos komando dan memperbolehkan penggunaan dana darurat untuk penanganan cepat.

Data BPBD Jatim mencatat total pengungsi sempat menyentuh angka 1.156 jiwa yang tersebar di 7 titik pengungsian di Pronojiwo dan Candipuro. Bantuan logistik dan personel telah dikirim BPBD Jatim, termasuk masker, selimut, dan makanan siap saji.

Baca Juga: OPINI: Dilema Status ASN: Antara Harapan Kesejahteraan, Realitas Anggaran, dan Reformasi Pemerintahan

Aktivitas Gunung Masih Mengkhawatirkan
Meskipun erupsi besar pada Rabu sore telah berakhir, Semeru masih sangat aktif. PVMBG mencatat terjadi 25 kali gempa erupsi dan 32 kali gempa guguran dalam 6 jam pertama hari Kamis, menunjukkan energi vulkanik yang tinggi.

Balai Besar TNBTS mengonfirmasi seluruh 187 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo telah dievakuasi dengan aman ke Ranu Pane pada Kamis siang. Lokasi Ranu Kumbolo dinilai aman karena berada di Utara, berlawanan dengan arah luncuran APG yang ke Selatan dan Tenggara.

Eskalasi cepat dari Siaga ke Awas ini menjadi pengingat pahit akan erupsi besar pada akhir tahun 2021. Kewaspadaan tertinggi terus dijaga oleh semua pihak (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman