Krisis Air Bersih Pascabencana, ALVApipe: Akses Air Layak Jadi Tantangan Utama Warga Terdampak

AKURAT BANTEN - Krisis air bersih masih menjadi persoalan utama yang dihadapi masyarakat pascabencana. Keterbatasan akses terhadap air layak konsumsi memperburuk kondisi warga, terutama di wilayah terdampak yang mengalami kerusakan infrastruktur dan sumber air.
Chief Marketing Officer dari ALVApipe, Christabelle Priscilla mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi salah satu aspek paling mendesak setelah bencana terjadi.
Menurutnya, banyak warga kesulitan mendapatkan air yang aman untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari konsumsi hingga sanitasi.
Baca Juga: Serangan AS-Israel Hantam Selat Hormuz, Dua Dermaga Vital Iran Jadi Sasaran
"Kondisi ini menunjukkan bahwa ketahanan
infrastruktur air masih menjadi pekerjaan besar dalam upaya mitigasi dan pemulihan pascabencana," ujar Priscilla, Kamis (2/4/2026).
Oleh karena itu, penanganan krisis air bersih perlu menjadi prioritas dalam fase tanggap darurat maupun pemulihan.
Menjawab kebutuhan tersebut, kata Priscilla, ALVApipe yang bergerak di bidang produksi pipa High Density Polyethylene (HDPE) siap mendukung kebutuhan pipa untuk jaringan air bersih, sanitasi, serta utilitas, termasuk dalam situasi pemulihan darurat pascabencana.
Baca Juga: Terbongkar! Alasan Mengapa Roy Suryo Tak Mendapat Pintu Damai Meski Jokowi Ampuni Kasus Ijazah
"Krisis air bersih pascabencana sering kali diperparah oleh infrastruktur yang tidak tangguh. Pipa HDPE menjadi solusi yang lebih aman dan berkelanjutan untuk kondisi geografis Indonesia," jelasnya.
Selain itu, Priscilla menjelaskan, meningkatnya frekuensi dan dampak bencana alam menuntut adanya langkah pencegahan melalui pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan adaptif.
Ia menekankan, ketahanan jaringan distribusi air tidak hanya penting dalam tahap pemulihan pascabencana, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya mitigasi jangka panjang.
Baca Juga: WFH Tiap Jumat Ditolak Bupati Sleman, Alasannya Mengganggu Kerja
"Dengan dukungan material yang tepat dan kesiapan industri dalam negeri, ketahanan infrastruktur air diharapkan dapat mengurangi dampak krisis air bersih di masa mendatang, sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana," tuturnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!





