Banten

Donald Trump Ultimatum Iran 48 Jam, Ancaman Besar di Selat Hormuz Bikin Dunia Deg-degan

Aullia Rachma Puteri | 5 April 2026, 23:48 WIB
Donald Trump Ultimatum Iran 48 Jam, Ancaman Besar di Selat Hormuz Bikin Dunia Deg-degan
Donald Trump ultimatum jika selat hormuz tidak dibuka

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump melontarkan ultimatum keras kepada Teheran.

Dalam pernyataannya, Trump menuntut Iran segera membuka akses Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz dikenal sebagai jalur strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.

Baca Juga: Di Tengah Ketegangan Selat Hormuz, Kapal Filipina Diizinkan Lewat, Sara Duterte Malah Siap Nyapres

Ketika akses di wilayah ini terganggu, dampaknya langsung terasa pada pasar energi global.

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam jika Iran terus membatasi jalur pelayaran tersebut.

Ia bahkan memberi sinyal akan adanya tindakan tegas apabila tuntutan tersebut diabaikan.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa konflik berpotensi memasuki tahap yang lebih serius.

Baca Juga: Mendadak Ditunda, Voting DK PBB soal Aksi Militer di Selat Hormuz Tersendat, Ini Penyebabnya

Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap yang tidak kalah tegas.

Pemerintah Teheran menilai ultimatum tersebut sebagai bentuk tekanan politik yang tidak dapat diterima.

Mereka menegaskan bahwa kebijakan yang diambil terkait Selat Hormuz merupakan bagian dari kedaulatan negara.

Situasi ini semakin rumit karena Selat Hormuz bukan hanya penting bagi negara di kawasan, tetapi juga bagi ekonomi dunia.

Baca Juga: Dunia Terbelalak! Ukraina Tawarkan Jasa 'Buka Blokir' Selat Hormuz, Putin & Teheran Terancam?

Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur ini setiap hari.

Gangguan sekecil apa pun dapat memicu lonjakan harga energi dan memengaruhi stabilitas ekonomi internasional.

Sejumlah analis menilai langkah Trump sebagai upaya meningkatkan tekanan agar Iran segera mengubah kebijakannya.

Namun, strategi tersebut juga berisiko memicu eskalasi konflik yang lebih luas, terutama jika kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.

Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz untuk Dunia, Kecuali untuk Musuh di Tengah Konflik Timur Tengah

Sementara itu, komunitas internasional mulai menunjukkan kekhawatiran.

Beberapa negara menyerukan pentingnya dialog dan penyelesaian damai untuk mencegah konflik terbuka.

Upaya diplomasi dinilai menjadi jalan terbaik agar situasi tidak semakin memburuk.

Ketegangan ini juga memicu kekhawatiran di sektor ekonomi. Pasar global mulai merespons dengan fluktuasi harga minyak yang tidak stabil.

Baca Juga: Iran Resmi Siapkan Tarif Selat Hormuz, Kapal Negara Ini Justru Bebas Bayar, Indonesia?

Investor pun cenderung bersikap hati-hati menghadapi kemungkinan terjadinya konflik berskala besar.

Dalam perkembangan terbaru, belum ada tanda bahwa Iran akan memenuhi tuntutan tersebut dalam waktu dekat.

Hal ini membuat dunia menunggu langkah berikutnya dari kedua pihak, terutama menjelang berakhirnya batas waktu yang telah ditetapkan.

Jika tidak ada titik temu, konflik ini berpotensi membawa dampak yang jauh lebih besar, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi stabilitas global secara keseluruhan.

Baca Juga: Terjebak di Zona Konflik, 7 Kapal Malaysia Segera Keluar dari Selat Hormuz

Ultimatum 48 jam dari Trump kini menjadi sorotan utama, sekaligus penentu arah perkembangan situasi ke depan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.