Aturan Selat Hormuz Makin Tak Karuan, Berubah-ubah Buat Dunia Terancam Krisis Energi AS dan Israel Penyebabnya?

AKURAT BANTEN - Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan rencana penerapan kebijakan baru di Selat Hormuz.
Langkah ini diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap lalu lintas pelayaran internasional, terutama distribusi energi global.
Selat Hormuz dikenal sebagai jalur vital bagi pengiriman minyak dan gas dunia.
Namun sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat pada awal 2026, aktivitas di kawasan tersebut mengalami gangguan signifikan.
Baca Juga: Iran Akhirnya Luluh? Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Beri Sinyal Kuat Pembebasan
Iran mulai membatasi pergerakan kapal yang melintas, sehingga memicu kekhawatiran di pasar global.
Dalam pernyataan resminya, pihak Garda Revolusi menegaskan bahwa mereka sedang mempersiapkan skema baru untuk mengatur lalu lintas di wilayah tersebut.
Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan dari pihak luar, khususnya Amerika Serikat dan Israel yang terlibat dalam konflik dengan Iran.
Iran juga memberi sinyal bahwa kondisi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya.
Baca Juga: Putin Desak Trump Hentikan Perang Iran, Selat Hormuz Terancam Dunia Ikut Cemas
Pernyataan ini mempertegas sikap tegas Teheran dalam menghadapi tekanan internasional.
Dengan kata lain, akses bebas yang selama ini dinikmati oleh berbagai negara kemungkinan besar akan mengalami perubahan.
Langkah ini tidak lepas dari meningkatnya ketegangan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran.
Trump sebelumnya menuntut agar jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka sepenuhnya.
Baca Juga: Mendadak Ditunda, Voting DK PBB soal Aksi Militer di Selat Hormuz Tersendat, Ini Penyebabnya
Ia bahkan mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran jika permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Sejak saat itu, situasi di kawasan Teluk semakin tidak stabil.
Iran hanya mengizinkan sebagian kapal tertentu untuk melintas, sementara lainnya menghadapi pembatasan ketat.
Dampaknya langsung terasa pada sektor energi global, mengingat sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.
Baca Juga: Serangan AS-Israel Hantam Selat Hormuz, Dua Dermaga Vital Iran Jadi Sasaran
Kondisi ini membuat banyak negara mulai waspada terhadap potensi gangguan pasokan energi.
Jika pembatasan terus berlanjut atau bahkan diperketat melalui kebijakan baru, harga minyak dunia berpotensi melonjak dan memicu ketidakstabilan ekonomi global.
Di tengah meningkatnya ketegangan, upaya diplomasi mulai dilakukan oleh sejumlah pihak.
Oman menjadi salah satu negara yang berperan aktif dalam mencoba menjembatani komunikasi antara Iran dan pihak terkait.
Baca Juga: Serangan AS-Israel Hantam Selat Hormuz, Dua Dermaga Vital Iran Jadi Sasaran
Pembicaraan dilakukan untuk mencari jalan keluar agar jalur pelayaran tetap terbuka dan konflik tidak semakin meluas.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai hasil dari upaya tersebut.
Iran tetap menunjukkan sikap tegas, sementara tekanan dari Amerika Serikat juga belum mereda.
Kebijakan tatanan baru yang akan diterapkan di Selat Hormuz diprediksi akan mengubah peta geopolitik kawasan.
Baca Juga: Tegang di Selat Hormuz, Tanker Pertamina Pride Dipantau Ketat, Jadwal Tiba Jadi Sorotan
Tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dunia secara keseluruhan.
Dengan posisi Selat Hormuz yang sangat strategis, setiap kebijakan yang diterapkan di wilayah tersebut memiliki efek domino yang luas.
Oleh karena itu, dunia kini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan situasi ini.
Jika konflik terus berlanjut tanpa solusi yang jelas, bukan tidak mungkin krisis yang lebih besar akan terjadi.
Baca Juga: Dunia Tegang Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, AS Siapkan Serangan, NATO Langsung Bergerak
Selat Hormuz kembali menjadi titik panas yang menentukan arah stabilitas global dalam waktu dekat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










