Kisah Tragis Empat Petani Tewas Akibat Tersambar Petir di Serang, Polisi Beberkan Kronologinya

AKURAT BANTEN - Peristiwa tragis menimpa para petani di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat sambaran petir saat tengah berada di area persawahan Lingkungan Wadas Badamusalam Barat pada Selasa (2/12/2025).
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar yang tidak menyangka hujan lebat berubah menjadi malapetaka.
Kapolsek Kasemen, Iptu Nasihin, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula saat para petani tengah membersihkan rumput liar di sawah. Hujan deras yang turun secara tiba-tiba membuat aktivitas mereka terhenti, memaksa para petani mencari tempat berteduh agar terhindar dari hujan.
Para petani kemudian berkumpul di sebuah gubuk kecil yang terbuka, terletak di Blok Si Pencil, tepat di tengah area persawahan. Gubuk sederhana itu menjadi satu-satunya tempat bernaung di lokasi tersebut, sehingga sembilan orang memilih bertahan di sana sambil menunggu cuaca mereda.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengintai Banten, BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga 8 Desember
Namun bukannya membaik, kondisi langit justru semakin gelap. Menjelang sore, sekitar pukul 17.15 WIB, suara guntur menggelegar menyusul kilatan petir yang menyambar tepat ke arah gubuk yang ditempati para petani tersebut. Sambaran itu begitu kuat hingga membuat para korban terpental.
“Saat cuaca makin buruk, petir menyambar gubuk tempat mereka berteduh,” ujar Nasihin dalam keterangannya.
Empat orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Mereka adalah AH (48), SN (52), AW (37), dan RF (48). Tubuh para korban menunjukkan luka bakar khas akibat sambaran petir, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik.
Lima warga lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka: SM (27), BH (60), SY (55), AK (55), dan TH (44). Sebagian ditemukan tidak jauh dari lokasi, terkapar namun masih dalam keadaan sadar sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut aparat kepolisian, hujan deras disertai petir memang kerap melanda wilayah Kasemen dalam beberapa hari terakhir. Namun, jarang ada yang mengira bahwa gubuk kecil di tengah sawah dapat menjadi titik rawan sambaran petir.
Nasihin mengimbau warga, terutama para petani, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan pada musim hujan dengan intensitas petir tinggi. Ia juga menekankan pentingnya menghindari tempat terbuka, pepohonan tunggal, maupun gubuk tanpa grounding saat petir mulai muncul.
“Musim hujan seperti sekarang, risiko sambaran petir sangat tinggi. Kami harap masyarakat lebih waspada dan menghindari berteduh di tempat yang tidak aman,” katanya.
Kejadian ini menambah daftar peristiwa terkait cuaca ekstrem yang belakangan makin sering terjadi. Warga sekitar berharap pemerintah daerah dapat memberikan sosialisasi lebih intens mengenai langkah penyelamatan diri saat petir, agar insiden serupa tidak kembali terjadi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










