Reboisasi Pulosari Lestari Jadi Gerakan Terpadu Pelestarian Lingkungan di Banten

AKURAT BANTEN - Gerakan pelestarian lingkungan kembali diperkuat melalui program Reboisasi Pulosari Lestari yang merupakan bagian dari Green Safety Initiative, sebuah inisiatif terpadu yang mengintegrasikan aspek konservasi, edukasi, serta keselamatan dalam aktivitas alam terbuka.
Program ini digagas oleh Deni Ahmad Fanani selaku Ketua Umum Asosiasi Olahraga Panjat Gunung Indonesia (AOPGI) Banten.
Ia menegaskan bahwa kegiatan reboisasi adalah strategi untuk menjaga keseimbangan dan tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penanaman pohon semata.
"Tetapi upaya strategis memulihkan keseimbangan ekosistem melalui penanaman tanaman endemik yang beragam," kata Deni dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Dikepung Genangan Air, Warga Parung Jaya Tagih Janji Anggota DPRD Kota Tangerang
Lebih lanjut, Deni menilai bahwa nilai utama dari kegiatan ini tidak hanya terletak pada capaian konservasi, melainkan pada pembentukan kesadaran jangka panjang terkait pentingnya menjaga keanekaragaman hayati untuk masa depan.
"Pohon yang ditanam hari ini mungkin tumbuh dalam hitungan tahun, tetapi kesadaran yang ditanam harus hidup dan berkembang sepanjang waktu. Inilah fondasi utama dari keberlanjutan," katanya.
Ia menjelaskan, Green Safety Initiative dibangun di atas empat pilar utama, yakni konservasi lingkungan, edukasi lingkungan, keselamatan dalam aktivitas alam terbuka, serta peningkatan partisipasi publik.
Program ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, edukasi lingkungan, pelatihan keselamatan, hingga kampanye konservasi berbasis komunitas.
Baca Juga: Gencatan Senjata AS–Iran Buat Harga Minyak Dunia Turun hingga 17 Persen!
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dikoordinasikan oleh Daden Hilmansyah sebagai Koordinator Umum dan Heru Stiawan sebagai Koordinator Lapangan.
Sementara itu, dukungan pendanaan diperoleh melalui skema Green Small Grants dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia sebagai bentuk fasilitasi terhadap gerakan lingkungan berbasis masyarakat.
Daden menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar SMA/SMK di Banten, mahasiswa dari sejumlah Mapala, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan.
Program ini juga mendapat dukungan dari Pattiro Banten, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, serta berbagai komunitas dan organisasi lingkungan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Modus Ritual Mandi Kembang, Guru Silat di Serang Ditangkap Warga Gegara Lakukan Pelecehan
Selain itu, Jamroni sebagai pemilik Villa Mas Gunung Pulosari turut memberikan dukungan dengan menyediakan lokasi kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 April 2026.
Saat ini, rangkaian kegiatan telah memasuki tahap persiapan, meliputi pemetaan area penanaman, pengadaan serta seleksi bibit tanaman endemik, koordinasi lintas sektor, hingga konsolidasi peserta dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas.
Tahap persiapan juga mencakup pembekalan teknis penanaman serta penguatan materi edukasi lingkungan guna memastikan kegiatan berjalan optimal sekaligus memberikan dampak berkelanjutan.
Baca Juga: Fix! Kuliah Online untuk Mahasiswa Semester 5 Resmi 2026, Hybrid Jadi Sistem Utama
"Dengan gagasan reboisasi berbasis keanekaragaman hayati dan sasaran tidak hanya pada penanaman fisik, tetapi juga pada pemulihan fungsi ekologis serta pembentukan kesadaran kolektif," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











