Banten

Selat Hormuz Belum Bisa Dibuka! Iran Bingung Cari Ranjau yang Hilang

Aullia Rachma Puteri | 11 April 2026, 10:11 WIB
Selat Hormuz Belum Bisa Dibuka! Iran Bingung Cari Ranjau yang Hilang
RANJAU SELAT HORMUZ HILANG

AKURAT BANTEN - Upaya Iran untuk mengembalikan aktivitas normal di Selat Hormuz masih menghadapi hambatan serius.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keberadaan ranjau laut yang sebelumnya dipasang, namun kini tidak seluruhnya dapat ditemukan kembali.

Ranjau-ranjau tersebut diketahui ditempatkan sebagai bagian dari strategi pertahanan saat ketegangan di kawasan meningkat.

Namun setelah situasi mulai mereda, keberadaan ranjau yang tidak terdeteksi justru menjadi ancaman baru yang menyulitkan proses pembukaan jalur pelayaran.

Baca Juga: Trump Kritik Iran Persulit Jalur Minyak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam Gagal?

Masalah ini membuat akses di Selat Hormuz belum sepenuhnya aman.

Meskipun beberapa kapal sudah mulai diizinkan melintas, jalur yang tersedia masih terbatas dan harus melalui pengawasan ketat.

Risiko terhadap keselamatan pelayaran pun masih cukup tinggi.

Para pejabat menyebut bahwa sebagian ranjau kemungkinan telah berpindah dari posisi awal akibat arus laut atau faktor lain.

Baca Juga: Tak Main-main! Ini 10 Syarat Mustahil Iran Sebelum Buka Kembali Selat Hormuz

Selain itu, pencatatan yang tidak sempurna saat pemasangan juga menjadi penyebab sulitnya pelacakan.

Hal ini membuat proses identifikasi menjadi lebih kompleks dari yang diperkirakan.

Proses pembersihan ranjau sendiri bukan perkara mudah.

Dibutuhkan teknologi khusus, waktu yang tidak singkat, serta koordinasi yang matang.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Kacau, Harga Minyak Dunia Naik Lagi Imbas Penutupan Selat Hormuz

Bahkan, dalam banyak kasus, operasi pembersihan bisa jauh lebih sulit dibandingkan saat ranjau tersebut dipasang.

Kondisi ini berdampak langsung pada lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

Banyak operator kapal memilih menunda perjalanan atau mencari rute alternatif karena khawatir terhadap ancaman yang masih ada.

Situasi ini turut mempengaruhi distribusi energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dunia.

Baca Juga: Lebanon Diserang Terus, Iran Tutup Selat Hormuz Lagi! Dampaknya Bikin Dunia Cemas

Di sisi lain, pemerintah Iran menyatakan bahwa jalur tersebut pada dasarnya tetap terbuka.

Namun, mereka mengakui adanya keterbatasan teknis yang membuat pembukaan secara penuh belum dapat dilakukan.

Pernyataan ini menegaskan bahwa situasi di lapangan masih belum sepenuhnya terkendali.

Sementara itu, pihak internasional, termasuk Amerika Serikat, terus mendorong agar jalur tersebut dapat segera dipulihkan secara aman dan normal.

Baca Juga: Iran dan Oman Terapkan Tarif Selat Hormuz hingga Rp34 Miliar per Kapal, Dunia Waspada Dampaknya

Hal ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi yang lebih luas.

Masalah ranjau laut ini juga menjadi bagian dari pembahasan dalam komunikasi diplomatik antara berbagai pihak.

Upaya bersama diperlukan untuk memastikan jalur pelayaran dapat digunakan tanpa risiko bagi kapal yang melintas.

Kondisi di Selat Hormuz saat ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya berhenti pada fase pertempuran.

Baca Juga: Iran Bongkar Tipu Muslihat Washington: Ogah Terjebak Janji Palsu AS-Israel di Selat Hormuz!

Ancaman yang ditinggalkan, seperti ranjau laut, dapat terus mempengaruhi stabilitas kawasan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dengan situasi yang masih belum sepenuhnya aman, proses normalisasi jalur pelayaran diperkirakan akan memakan waktu.

Dunia internasional pun terus memantau perkembangan ini karena dampaknya yang sangat besar terhadap perdagangan global.

Ke depan, keberhasilan dalam mengatasi masalah ini akan sangat menentukan seberapa cepat Selat Hormuz dapat kembali berfungsi secara normal sebagai salah satu jalur vital bagi distribusi energi dunia.

Baca Juga: Tak Libatkan AS, Inggris dan Prancis Inisiasi Pertemuan Virtual Lebih dari 40 Negara, Bahas Solusi Damai Buka Selat Hormuz

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.