Penyempitan Jalan Rawabuntu Disorot, Warga Desak Penataan dan Pelebaran Segera

AKURAT BANTEN - Kondisi ruas Jalan Rawabuntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menuai keluhan dari masyarakat. Penyempitan jalan di jalur tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada titik-titik tertentu yang kerap dilalui kendaraan dengan intensitas tinggi.
Dari hasil pantauan di lapangan, terdapat dua titik penyempitan yang cukup mencolok, yakni di depan salah satu SPBU serta di kawasan gerbang perumahan elit De'Latinos BSD.
Perubahan lebar jalan yang terjadi secara tiba-tiba disebut-sebut meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Warga setempat, Paniman, menilai kondisi tersebut sudah lama menjadi persoalan tanpa penanganan yang signifikan.
Ia menyoroti perubahan dimensi jalan yang tidak konsisten sebagai faktor utama kerawanan.
"Yang tadinya jalan lebar, terus tiba-tiba nyempit. Dari dulu juga jalannya di sini memang rawan kecelakaan," katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan pelebaran jalan melalui pembebasan lahan di titik yang dianggap krusial.
Baca Juga: Bikin Merinding! Santunan Rp281 Juta Cair Kilat Untuk Petugas PPSU, Ternyata Ini Rahasianya
"Kalau mau dilebarin ya silakan, lebih bagus. Kalau dibebaskan dan mundurin, jalannya jadi lebih enak dan aman," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Deni. Ia menekankan bahwa proses penataan jalan, termasuk pembebasan lahan, harus tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.
"Ya kalau menurut saya itu salah juga. Kalau harus dibayar (pembebasan lahan-red) kan ada aturannya, ada undang-undangnya. Kan semua harus ikut aturan," tegas Deni.
Baca Juga: SP3 Rismon Terbit, Dokter Tifa Curiga Ada Skenario Besar di Balik Kasus Ijazah Jokowi
Selain persoalan penyempitan, Deni juga menyoroti fungsi pedestrian di sepanjang Jalan Rawabuntu yang kerap disalahgunakan sebagai area parkir kendaraan. Kondisi ini dinilai turut memperparah kemacetan di lokasi tersebut.
"Itu kan macet. Dipakai buat parkir. Seharusnya pemkot menyadari itu kan buat pengguna jalan," cetusnya.
Sorotan juga datang dari tokoh pemuda Kelurahan Rawabuntu, Jibril Romli. Ia menilai keberadaan titik penyempitan di jalur dengan volume kendaraan tinggi seharusnya menjadi prioritas penanganan pemerintah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan Global
Menurutnya, Jalan Rawabuntu merupakan salah satu akses vital yang mengalami kepadatan signifikan, khususnya pada jam sibuk. Karena itu, ia mendorong percepatan realisasi pelebaran jalan agar tidak terus berlarut.
"Kita minta pelebarannya dituntaskan, karena gimana juga kan itu jalur rame ya. Harusnya bisa dikebut agar cepat selesai," ujarnya.
Lebih jauh, Jibril menilai persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan teknis pembangunan, tetapi juga menyangkut kepatuhan terhadap aturan tata ruang.
Baca Juga: Dunia Terkecoh! Dana Rp263 Triliun untuk Korban Gaza Diduga 'Dibelokkan' Trump ke Israel
Ia menyoroti masih adanya bangunan milik pelaku usaha maupun pengembang yang diduga melanggar garis sempadan jalan.
Menurutnya, keberadaan bangunan tersebut seharusnya ditindak secara tegas karena berpotensi menghambat kepentingan publik.
"Kalau dilihat, ada beberapa bangunan pelaku usaha yang masuk sempadan jalan. Harus tunduk sama aturan yang ada lah, harus memikirkan kepentingan umum dan keselamatan masyarakat," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










