Jembatan Ambles Diabaikan Pemprov Banten, Kemacetan 10 Km Lumpuhkan Jalur Mauk–Teluk Naga Tangerang

AKURAT BANTEN – Kerusakan Jembatan Kali Baru di jalur utama penghubung Mauk–Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, berubah menjadi potret nyata lemahnya respons pemerintah daerah dalam menangani krisis infrastruktur.
Tanpa kehadiran petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, kemacetan kendaraan mengular hingga sekitar 10 kilometer sejak Minggu pagi (12/4/2026).
Pantauan di lokasi, arus lalu lintas mulai tersendat sejak pukul 09.00 WIB dan terus memburuk hingga sekitar pukul 13.00 WIB.
Baca Juga: Gagal Damai? Negosiasi 21 Jam AS–Iran Berakhir Buntu, Ini Alasan dari Kedua Negara
Ironisnya, di tengah kemacetan parah tersebut, tidak terlihat upaya resmi dari aparat untuk mengurai kepadatan kendaraan. Pengaturan lalu lintas justru dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar.
“Kemarin sempat ada polisi, tapi hari ini dari pagi tidak ada sama sekali. Akhirnya warga yang atur sendiri,” ujar salah satu warga Sodikin di lokasi.
Jembatan Kali Baru diketahui mengalami retak dan amblas pada bagian konstruksi, pada Jumat(10/3/2026). Kondisi tersebut membuat kendaraan berat, terutama truk bertonase tinggi, diminta untuk putar balik demi menghindari risiko kecelakaan.
Baca Juga: Iran Bakal Serang Kapal Perang yang Lewat di Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Meningkat
Menurut warga, imbauan pembatasan kendaraan berat sebenarnya telah disampaikan aparat sebelumnya. Namun pada hari kejadian, pengawasan di lapangan nyaris tidak terlihat.
“Jembatannya sudah terasa goyang kalau dilewati. Kami khawatir roboh,” kata warga lainnya.
Infrastruktur Rusak, Koordinasi Lumpuh
Absennya petugas di jalur vital provinsi itu menimbulkan pertanyaan serius terkait kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menangani situasi darurat infrastruktur.
Baca Juga: China Terancam 'Masalah Besar'! Trump Beri Peringatan Terakhir Soal Pasokan Senjata ke Iran
Jalur Mauk–Teluk Naga merupakan akses utama mobilitas warga, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi pesisir utara Kabupaten Tangerang.
Ketika jalur tersebut terganggu tanpa manajemen lalu lintas yang jelas, dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas.
Kemacetan panjang tidak hanya menyebabkan kerugian waktu, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan di sekitar jembatan yang kondisinya dinilai membahayakan.
Baca Juga: SP3 Kasus Ijazah Jokowi Segera Terbit? Andi Azwan Bongkar Prediksi Mengejutkan
Situasi ini memperlihatkan paradoks pelayanan publik. Kerusakan infrastruktur sudah terjadi, kemacetan meluas, tetapi kehadiran negara di lapangan justru minim.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Zainudin tidak merespon saat dimintai konfirmasi melalui telepon juga pesan WhatsApp, terkait langkah penanganan darurat maupun rencana perbaikan Jembatan Kali Baru.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kerusakan jembatan berubah menjadi bencana yang lebih besar. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










