Dunia Terkecoh! Dana Rp263 Triliun untuk Korban Gaza Diduga 'Dibelokkan' Trump ke Israel

AKURAT BANTEN -Dunia internasional mendadak gempar. Sebuah laporan investigasi mengungkap tabir gelap di balik hilangnya dana kemanusiaan raksasa yang seharusnya menjadi penyambung hidup warga Gaza, namun diduga berakhir di pundi-pundi militer Israel.
Laporan mengejutkan yang dirilis oleh media Lebanon, Al Akhbar, menyebutkan bahwa dana sebesar 17 miliar dolar AS atau setara dengan Rp263,5 triliun telah dialihkan secara sepihak.
Dana yang semula dikumpulkan untuk membangun kembali Gaza yang luluh lantak, kini dikabarkan telah berpindah tangan di bawah kendali pemerintahan Donald Trump untuk mendukung kepentingan Israel.
Baca Juga: Trump Guncang Dunia: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Sah, Iran Segera 'Menyerah'?
Janji Palsu di Panggung Dunia
Segalanya bermula dari konferensi ekonomi di Davos pada Januari lalu. Saat itu, Ketua Komite Administratif Gaza, Ali Shaath, dijanjikan bantuan dana masif untuk menyelamatkan 350.000 keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Harapan membubung tinggi ketika komitmen pembangunan 20.000 unit hunian sementara dan bantuan tunai langsung diumumkan ke publik.
Namun, harapan itu hancur dalam sekejap. Nickolay Mladenov, sosok yang mewakili Dewan Perdamaian bentukan AS, memberikan pernyataan dingin yang memukul semua pihak: Dana tersebut sudah habis tak bersisa.
Dunia dijanjikan pemulihan bagi Gaza, namun yang terjadi adalah penghilangan jejak finansial secara sistematis. Saat ribuan keluarga menanti atap untuk berteduh, dana Rp263 triliun tersebut justru diduga mengalir untuk memperkuat mesin perang dalam agresi AS-Israel terhadap Iran.
Baca Juga: AS Ancam Iran dengan Blokade dan Perang Jika Negosiasi Damai Gagal
Manuver Politik di Balik Layar
Investigasi ini mengungkap adanya tekanan luar biasa kepada para pengelola bantuan di Gaza. Bukan hanya soal uang yang hilang, tapi ada upaya untuk membungkam realitas kemanusiaan.
Mladenov dilaporkan memerintahkan Ali Shaath untuk menghentikan seluruh aktivitas operasional komite dan melarang pemberian pernyataan apa pun terkait kondisi Gaza kepada media.
Keterlibatan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, dalam pusaran diskusi ini menambah daftar panjang teka-teki.
Meskipun Blair menyarankan fokus pada kemanusiaan, arahan dari pimpinan Dewan Perdamaian justru menunjukkan arah yang berbeda: pengalihan total prioritas dari bantuan sosial ke dukungan militer strategis.
Pengalihan dana sebesar Rp263 triliun ini bukan sekadar angka statistik. Ini adalah preseden buruk bagi diplomasi global.
Jika bantuan internasional yang dikumpulkan atas nama kemanusiaan dapat "dibelokkan" demi kepentingan geopolitik satu pihak, maka kepercayaan dunia terhadap lembaga perdamaian sedang berada di titik nadir.
Kini, faksi-faksi di Palestina menuntut pertanggungjawaban penuh.
Di tengah blokade dan agresi yang terus meningkat, hilangnya dana ini menjadi pukulan telak yang membuat Gaza semakin terisolasi dari bantuan dunia.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







