Banten

Siap Perang, Iran Klaim Rudal Andalan Belum Digunakan untuk Tempur Lawan AS-Israel

Cristina Malonda | 25 April 2026, 19:34 WIB
Siap Perang, Iran Klaim Rudal Andalan Belum Digunakan untuk Tempur Lawan AS-Israel
Siap Perang, Iran Klaim Rudal Andalan Belum Digunakan untuk Tempur Lawan AS-Israel (foto: ilustrasi/istimewa)

AKURAT BANTEN - Menyoroti konflik di Timur Tengah yang masih belum reda, Kementerian Pertahanan Iran mengungkapkan bahwa sebagian besar kemampuan rudal strategisnya masih belum dikerahkan dalam perang melawan Amerika Serikat.

Pernyataan ini disampaikan sebagai sinyal bahwa potensi militer Teheran masih jauh dari batas maksimal.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa kekuatan rudal negaranya belum sepenuhnya digunakan selama perang yang berlangsung selama lebih dari satu bulan tersebut.

Baca Juga: Pemkot Tangerang Melalui Petugas Gabungan Tertibkan Lahan Bersertifikat di Rawa Bokor Secara Persuasif untuk Lindungi Kepentingan Publik

“Sebagian besar kemampuan rudal kami masih belum digunakan,” ujarnya, seperti dilaporkan media setempat.

Ia juga mengklaim bahwa pasukan Iran tetap berada dalam posisi unggul sepanjang konflik.

Bahkan, menurutnya, Iran mampu mempertahankan dominasi udara di wilayah yang disebutnya sebagai area pendudukan oleh Israel.

Di sisi lain, komandan Angkatan Udara dan Angkatan Laut dari Korps Garda Revolusi Islam mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan kesiapan tempur penuh serta soliditas nasional.

Baca Juga: Netanyahu Derita Kanker saat Perang Israel vs Iran, Dirahasiakan Demi Alasan Politik

Mereka menyebut bahwa target operasi telah ditetapkan dan seluruh kekuatan siap digerakkan kapan saja.

“Target sudah ditentukan, jari berada di pelatuk, dan kekuatan kami terletak pada persatuan rakyat serta koordinasi para pejabat,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Ketegangan juga meluas ke sektor maritim. Iran mengklaim kapal perang lawan beberapa kali mundur hingga ratusan kilometer dari wilayah Laut Oman akibat respons tegas militernya.

Baca Juga: Viral! Warung Nonhalal di Sukoharjo Tetap Buka Meski Ditolak Warga

Dampak konflik ini terasa signifikan pada jalur perdagangan global, terutama di Selat Hormuz.

Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan mengalami gangguan serius sejak eskalasi militer antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari.

Situasi ini turut mengguncang pasar energi dunia dan memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi jangka panjang, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak global.

Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump disebut telah memperpanjang gencatan senjata secara sepihak dan menunggu respons Iran terkait rencana perundingan lanjutan di Islamabad.

Baca Juga: TRAGIS! Detik-detik Helikopter Militer Malaysia Saling Tabrakan di Langit Lumut, 10 Awak Tewas

Namun, pemerintah Iran menolak memberikan komitmen. Teheran menilai tuntutan Washington terlalu berlebihan, ditambah dengan blokade laut yang masih dilakukan oleh militer AS, menjadi hambatan utama dalam upaya mengakhiri konflik.

Dengan situasi yang masih memanas, dunia kini menyoroti perkembangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu krisis geopolitik dan ekonomi yang lebih luas. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.