Siap Perang, Iran Klaim Rudal Andalan Belum Digunakan untuk Tempur Lawan AS-Israel

AKURAT BANTEN - Menyoroti konflik di Timur Tengah yang masih belum reda, Kementerian Pertahanan Iran mengungkapkan bahwa sebagian besar kemampuan rudal strategisnya masih belum dikerahkan dalam perang melawan Amerika Serikat.
Pernyataan ini disampaikan sebagai sinyal bahwa potensi militer Teheran masih jauh dari batas maksimal.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa kekuatan rudal negaranya belum sepenuhnya digunakan selama perang yang berlangsung selama lebih dari satu bulan tersebut.
“Sebagian besar kemampuan rudal kami masih belum digunakan,” ujarnya, seperti dilaporkan media setempat.
Ia juga mengklaim bahwa pasukan Iran tetap berada dalam posisi unggul sepanjang konflik.
Bahkan, menurutnya, Iran mampu mempertahankan dominasi udara di wilayah yang disebutnya sebagai area pendudukan oleh Israel.
Di sisi lain, komandan Angkatan Udara dan Angkatan Laut dari Korps Garda Revolusi Islam mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan kesiapan tempur penuh serta soliditas nasional.
Baca Juga: Netanyahu Derita Kanker saat Perang Israel vs Iran, Dirahasiakan Demi Alasan Politik
Mereka menyebut bahwa target operasi telah ditetapkan dan seluruh kekuatan siap digerakkan kapan saja.
“Target sudah ditentukan, jari berada di pelatuk, dan kekuatan kami terletak pada persatuan rakyat serta koordinasi para pejabat,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Ketegangan juga meluas ke sektor maritim. Iran mengklaim kapal perang lawan beberapa kali mundur hingga ratusan kilometer dari wilayah Laut Oman akibat respons tegas militernya.
Baca Juga: Viral! Warung Nonhalal di Sukoharjo Tetap Buka Meski Ditolak Warga
Dampak konflik ini terasa signifikan pada jalur perdagangan global, terutama di Selat Hormuz.
Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan mengalami gangguan serius sejak eskalasi militer antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari.
Situasi ini turut mengguncang pasar energi dunia dan memicu kekhawatiran akan dampak ekonomi jangka panjang, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak global.
Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump disebut telah memperpanjang gencatan senjata secara sepihak dan menunggu respons Iran terkait rencana perundingan lanjutan di Islamabad.
Baca Juga: TRAGIS! Detik-detik Helikopter Militer Malaysia Saling Tabrakan di Langit Lumut, 10 Awak Tewas
Namun, pemerintah Iran menolak memberikan komitmen. Teheran menilai tuntutan Washington terlalu berlebihan, ditambah dengan blokade laut yang masih dilakukan oleh militer AS, menjadi hambatan utama dalam upaya mengakhiri konflik.
Dengan situasi yang masih memanas, dunia kini menyoroti perkembangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu krisis geopolitik dan ekonomi yang lebih luas. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










