Banten

Jelang Idul Adha 2026 Lapak Hewan Kurban di Jakarta Selatan Diserbu, Pembeli Sapi Bali hingga Simmental Jadi Primadona

Riski Endah Setyawati | 26 April 2026, 06:02 WIB
Jelang Idul Adha 2026 Lapak Hewan Kurban di Jakarta Selatan Diserbu, Pembeli Sapi Bali hingga Simmental Jadi Primadona
Ilustrasi Sapi (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Menjelang perayaan Idul Adha 2026, geliat perdagangan hewan kurban di wilayah Jakarta Selatan mulai terlihat semakin ramai.

Lapak-lapak dadakan bermunculan di berbagai sudut, mulai dari pinggir jalan hingga area permukiman warga yang strategis.

Deretan sapi dan kambing dipajang rapi di bawah tenda sederhana berbahan terpal dengan rangka bambu, menciptakan suasana khas musim kurban.

Baca Juga: Digerebek Polisi, Day Care di Yogyakarta Diduga Aniaya Bayi Puluhan Orang Diamankan

Beberapa sapi tampak tenang sambil mengunyah pakan, sementara calon pembeli silih berganti datang untuk menanyakan harga serta bobot hewan.

Di kawasan Jagakarsa, salah satu penjual menawarkan sapi Bali sebagai produk unggulan yang banyak diminati.

Ahmad Supardi, pegawai di lapak tersebut, menyebut bobot sapi yang tersedia cukup beragam dan bisa disesuaikan kebutuhan pembeli.

Baca Juga: Tragedi Brutal Pelajar Bantul, DPR Desak Penindakan Tegas dan Pencegahan Kekerasan Remaja

“Ini bobot kita ada 300-400 kilogram up. Jenisnya ini sapi bali,” ucap Supardi.

Ia menjelaskan bahwa sapi-sapi tersebut didatangkan langsung dari Pulau Bali untuk menjaga kualitas.

Untuk harga, sapi Bali dengan bobot sekitar 300 kilogram ditawarkan mulai Rp 23,5 juta, namun pembeli masih bisa melakukan negosiasi.

Baca Juga: DC Pinjol Datangi Damkar Semarang, Minta Maaf Usai Aksi Kontroversialnya Viral

“Langsung dari Bali, kita belanja langsung ke sana. Di angka Rp 20 juta kita belum ada. Ya paling di angka Rp 22 juta sudah,” katanya.

Menurut Supardi, keunggulan sapi Bali terletak pada struktur tulangnya yang relatif kecil dengan kandungan daging yang lebih banyak.

“Kalo sapi bali itu tulangnya kecil terus dagingnya itu lebih banyak daripada sapi limosin atau sapi jawa,” jelasnya.

Baca Juga: Tragedi Brutal Pelajar Bantul, DPR Desak Penindakan Tegas dan Pencegahan Kekerasan Remaja

Ia juga menambahkan bahwa pakan alami berupa rumput membuat kualitas daging sapi Bali dinilai lebih baik.

Selain kualitas, faktor kesehatan hewan menjadi perhatian utama bagi para penjual.

Supardi memastikan seluruh sapi telah melalui proses vaksinasi dan dilengkapi dokumen resmi dari Kementerian Pertanian.

Baca Juga: DC Pinjol Datangi Damkar Semarang, Minta Maaf Usai Aksi Kontroversialnya Viral

“Sudah divaksin semua ini, surat kesehatan ini semua ada. Kita sudah punya CV,” tuturnya.

Untuk menarik minat pembeli, layanan tambahan seperti pengiriman gratis juga disediakan tanpa biaya tambahan.

Supardi mengungkapkan bahwa stok sapi yang tersedia masih tergolong baru karena baru tiba beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Polemik Video JK Memanas, Ade Armando dan Abu Janda Terancam Dilaporkan

“Ini sapi baru dateng 2 hari yang lalu,” sebutnya.

Sementara itu, di kawasan Ciganjur, pilihan sapi yang ditawarkan lebih beragam dengan ukuran yang lebih besar.

Salah satu penjual bernama Abduh menyediakan sapi jenis simmental dengan bobot mencapai 400 hingga 500 kilogram.

Baca Juga: Polemik Video JK Memanas, Ade Armando dan Abu Janda Terancam Dilaporkan

“Ini simmental, dari Jawa, bobot ada 400-500 kg,” ujar Abduh.

Harga sapi simmental dipatok lebih tinggi, yakni sekitar Rp 31 juta hingga Rp 35 juta tergantung ukuran dan kondisi hewan.

Meski demikian, proses tawar-menawar tetap menjadi bagian dari transaksi yang umum terjadi di lapangan.

Baca Juga: Digerebek Polisi, Day Care di Yogyakarta Diduga Aniaya Bayi Puluhan Orang Diamankan

“Kita buka di Rp 31-35 jutaan lah, buat yang di kandang ini. Bisa (ditawar), yang 400 (kg) itu Rp 29,5 juta net sudah,” jelasnya.

Fasilitas pengiriman gratis juga menjadi layanan standar yang diberikan untuk memudahkan pembeli.

Menurut Abduh, kualitas sapi simmental dinilai lebih unggul dibandingkan sapi Bali karena memiliki karakteristik mendekati limousin.

Baca Juga: Polemik Video JK Memanas, Ade Armando dan Abu Janda Terancam Dilaporkan

“Ini kalo simmental seperti anakan limosin. Oh iya dong jelas (lebih unggul dibanding sapi Bali),” tuturnya.

Meski begitu, sapi Bali tetap tersedia sebagai pilihan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau, yakni di kisaran Rp 24 jutaan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.