Taksi Listrik Tertabrak KRL di Bekasi Timur, VinFast Buka Investigasi Mendalam usai Tragedi Tewaskan 16 Orang

AKURAT BANTEN - Produsen kendaraan listrik VinFast tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kecelakaan tragis yang melibatkan armada taksi listrik Green SM di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.
Insiden memilukan tersebut menjadi sorotan publik karena kendaraan yang tertemper KRL Commuter Line diduga mengalami gangguan teknis sebelum tabrakan terjadi.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyampaikan bahwa investigasi terhadap unit kendaraan yang terdampak masih berlangsung.
Baca Juga: Polda Metro Dalami Human Error di Balik Tragedi Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
“Proses investigasi terhadap unit terdampak saat ini masih berlangsung. Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan hasil investigasinya. Sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” ujarnya.
Seluruh armada Green SM diketahui menggunakan kendaraan listrik produksi VinFast, termasuk unit yang mengalami kecelakaan fatal tersebut.
Di sisi lain, pihak Korlantas Polri menduga adanya masalah korsleting atau gangguan sistem elektrik pada kendaraan sehingga mobil tidak dapat bergerak saat berada tepat di jalur rel.
Baca Juga: Amerika Serikat Perluas Kerja Sama Maritim dengan Indonesia Lewat Misi Dagang Teknologi dan Keamanan
Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, mengungkapkan bahwa gangguan kelistrikan tersebut menjadi faktor utama yang sedang didalami.
“Korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik, di mana permasalahan itu terjadi tepat di perlintasan Ampera,” jelas Sandhi.
Akibat kendaraan berhenti mendadak di atas rel, tabrakan dengan KRL tidak dapat dihindari dan berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta lainnya.
Baca Juga: Sidang Perdana Kasus Air Keras Andrie Yunus, Fakta Mengejutkan Keterlibatan 4 Oknum TNI Terungkap
Menurut keterangan warga sekitar bernama Saman (55), taksi sempat berhenti mendadak ketika melintasi rel dan tidak dapat dihidupkan kembali.
“Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Penjaga ini teriak, ‘sudah keluar, keluar’. Didorong-dorong tidak kuat, akhirnya keburu datang kereta,” tuturnya.
Hingga Rabu siang, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang setelah satu korban bernama Mia Citra (25) meninggal dunia usai menjalani perawatan.
Baca Juga: Polda Metro Dalami Human Error di Balik Tragedi Tabrakan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
Selain korban jiwa, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka.
Sebanyak 44 korban telah dipulangkan, sementara 46 lainnya masih menjalani penanganan medis di sejumlah rumah sakit.
Tragedi ini memicu perhatian besar terhadap keselamatan kendaraan listrik, sistem perlintasan kereta, serta prosedur darurat di jalur sebidang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










