Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik
AKURAT BANTEN - Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo menggelar aksi unjuk rasa di area kampus yang berlokasi di Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo pada 29 April 2026.
Aksi tersebut dipicu mandeknya aktivitas perkuliahan selama sekitar lima bulan terakhir yang dinilai merugikan mahasiswa.
Dengan mengenakan jaket almamater berwarna kuning, para mahasiswa membawa berbagai poster berisi tuntutan atas hak akademik mereka serta kesejahteraan tenaga pengajar.
Baca Juga: Trump Klaim Iran di Ambang Runtuh, Minta AS Buka Selat Hormuz Segera
Tulisan seperti “Selesaikan hak-hak mahasiswa dan dosen” hingga “Mahasiswa turun bukan untuk membuat gaduh, tapi menuntut hak kami” tampak mewarnai demonstrasi.
Mahasiswa menilai terganggunya proses pembelajaran terjadi karena sejumlah dosen disebut jarang mengajar lantaran gaji mereka belum dibayarkan oleh pihak kampus.
Koordinator lapangan aksi, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa kondisi tersebut telah berdampak serius terhadap kualitas pendidikan yang diterima mahasiswa.
"Kami ingin mengetahui penyebab dosen akhir-akhir ini tidak mengajar. Kalau dosen tidak mengajar, otomatis mahasiswa kurang maksimal mendapatkan pembelajaran di masing-masing prodi," ujar Taufik.
Menurutnya, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah datang dengan harapan memperoleh pendidikan layak, sehingga kampus wajib memberikan kepastian terhadap masa depan akademik mereka.
Selain menuntut kejelasan soal aktivitas belajar mengajar, mahasiswa juga mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem pengelolaan yayasan.
Baca Juga: Tragedi Maut Bekasi Timur Buka Borok Sistem Keselamatan Kereta Nasional
Mereka menilai tata kelola administrasi dan manajemen internal kampus perlu segera dibenahi demi mencegah persoalan serupa terus berulang.
"Kalau memang ada pihak yang tidak kompeten, sebaiknya dievaluasi atau diganti. Kami memberi waktu satu minggu kepada yayasan untuk memperbaiki sistem," tegas Taufik.
Mahasiswa bahkan mengancam akan membawa persoalan tersebut ke LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Tragedi Maut Bekasi Timur Buka Borok Sistem Keselamatan Kereta Nasional
Menanggapi aksi tersebut, HRD Yayasan Mandiri Juan Ebit Saputra menyatakan pihak yayasan menerima seluruh aspirasi mahasiswa.
"Kami menyanggupi permintaan mahasiswa. Dalam waktu satu minggu permasalahan ini akan kami selesaikan," ujarnya.
Juan memastikan evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan dan pihak kampus berkomitmen mencari solusi bersama seluruh elemen, termasuk dosen.
Ia juga mengakui adanya tantangan operasional akibat penurunan jumlah mahasiswa, namun menegaskan pembelajaran daring yang diterapkan hanya bersifat sementara agar pendidikan tetap berjalan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










