Banten

Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik

Riski Endah Setyawati | 30 April 2026, 05:04 WIB
Kuliah Lumpuh 5 Bulan Mahasiswa ITICM Sidoarjo Turun ke Jalan Tagih Hak Dosen dan Kepastian Akademik
Logo Kampus ITICM (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Puluhan mahasiswa Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo menggelar aksi unjuk rasa di area kampus yang berlokasi di Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo pada 29 April 2026.

Aksi tersebut dipicu mandeknya aktivitas perkuliahan selama sekitar lima bulan terakhir yang dinilai merugikan mahasiswa.

Dengan mengenakan jaket almamater berwarna kuning, para mahasiswa membawa berbagai poster berisi tuntutan atas hak akademik mereka serta kesejahteraan tenaga pengajar.

Baca Juga: Trump Klaim Iran di Ambang Runtuh, Minta AS Buka Selat Hormuz Segera

Tulisan seperti “Selesaikan hak-hak mahasiswa dan dosen” hingga “Mahasiswa turun bukan untuk membuat gaduh, tapi menuntut hak kami” tampak mewarnai demonstrasi.

Mahasiswa menilai terganggunya proses pembelajaran terjadi karena sejumlah dosen disebut jarang mengajar lantaran gaji mereka belum dibayarkan oleh pihak kampus.

Koordinator lapangan aksi, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa kondisi tersebut telah berdampak serius terhadap kualitas pendidikan yang diterima mahasiswa.

Baca Juga: Tim Advokasi untuk Demokrasi Ajukan Praperadilan Kasus Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS di PN Jakarta Selatan

"Kami ingin mengetahui penyebab dosen akhir-akhir ini tidak mengajar. Kalau dosen tidak mengajar, otomatis mahasiswa kurang maksimal mendapatkan pembelajaran di masing-masing prodi," ujar Taufik.

Menurutnya, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah datang dengan harapan memperoleh pendidikan layak, sehingga kampus wajib memberikan kepastian terhadap masa depan akademik mereka.

Selain menuntut kejelasan soal aktivitas belajar mengajar, mahasiswa juga mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem pengelolaan yayasan.

Baca Juga: Tragedi Maut Bekasi Timur Buka Borok Sistem Keselamatan Kereta Nasional

Mereka menilai tata kelola administrasi dan manajemen internal kampus perlu segera dibenahi demi mencegah persoalan serupa terus berulang.

"Kalau memang ada pihak yang tidak kompeten, sebaiknya dievaluasi atau diganti. Kami memberi waktu satu minggu kepada yayasan untuk memperbaiki sistem," tegas Taufik.

Mahasiswa bahkan mengancam akan membawa persoalan tersebut ke LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Tragedi Maut Bekasi Timur Buka Borok Sistem Keselamatan Kereta Nasional

Menanggapi aksi tersebut, HRD Yayasan Mandiri Juan Ebit Saputra menyatakan pihak yayasan menerima seluruh aspirasi mahasiswa.

"Kami menyanggupi permintaan mahasiswa. Dalam waktu satu minggu permasalahan ini akan kami selesaikan," ujarnya.

Juan memastikan evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan dan pihak kampus berkomitmen mencari solusi bersama seluruh elemen, termasuk dosen.

Ia juga mengakui adanya tantangan operasional akibat penurunan jumlah mahasiswa, namun menegaskan pembelajaran daring yang diterapkan hanya bersifat sementara agar pendidikan tetap berjalan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.