Anggota DPRD Kota Tangerang Soroti Dugaan Kekerasan di Proyek Perumahan Pinang

AKURAT BANTEN - Kasus dugaan kekerasan terhadap seorang perempuan bernama Dina Mardiana di area proyek perumahan Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terus menuai perhatian. Peristiwa yang diduga dipicu konflik lahan antara warga dan pengembang itu mendapat kecaman keras dari Anggota DPRD Kota Tangerang, Kholilah.
Sebagai bentuk respons, Kholilah mendatangi langsung lokasi lahan yang disengketakan. Kehadirannya disebut untuk memastikan kondisi warga sekaligus memberikan dukungan moral, menyusul pengakuan adanya intimidasi yang dialami masyarakat sekitar proyek.
"Pertama, kehadiran saya di sini untuk memberikan dukungan moral kepada warga yang mendapat intimidasi dari pihak pengembang. Sebagai anggota dewan dan wakil rakyat, saya harus mendukung rakyat yang terintimidasi," ujar Kholilah di lokasi, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: KPK Tangkap Wali Kota Madiun dalam OTT Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR
Menurutnya, DPRD memiliki peran sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi dan pengaduan, terutama dalam persoalan yang menyangkut hak-hak dasar warga.
Ia pun mendorong warga agar tidak ragu membawa persoalan tersebut ke lembaga legislatif.
"Saya sudah mengarahkan warga untuk melapor ke DPRD. Itu hak masyarakat. DPRD ini rumah rakyat, tempat mereka mengadu," katanya.
Kholilah memastikan, DPRD Kota Tangerang akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Anak Angkat Jadi Tersangka Pembunuhan di Tangerang, Polisi Ungkap Kronologi dan Motif Mengejutkan
Ia menyebutkan, apabila laporan resmi telah diterima, DPRD akan memfasilitasi penyelesaian melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).
"Kalau suratnya sudah ada dan prosesnya sudah berjalan, pasti akan kami panggil kedua belah pihak agar persoalan ini bisa diselesaikan," jelasnya.
Ia juga mengingatkan pihak pengembang agar mengedepankan cara-cara yang humanis dan tidak mengabaikan hak warga.
Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Jalur Pekalongan, KAI Batalkan 11 Kereta dari Pasar Senen dan Gambir Hari Ini
"Harapannya, semua pihak lebih bijak dalam mengambil tindakan dan jangan sampai merugikan warga," tegas Kholilah.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap seorang perempuan di area proyek perumahan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak karena terjadi di tengah sengketa lahan yang hingga kini belum menemui titik terang.
Korban tersebut diketahui bernama Dina Mardiana, warga setempat yang mengaku mempertahankan tanah milik orang tuanya.
Dalam video yang beredar luas, diduga Dina diseret dan dikeroyok oleh sekelompok pria di lokasi proyek saat aktivitas pembangunan tetap berlangsung.
Baca Juga: Panas di Bank Sentral, Nama Thomas Djiwandono Muncul, Dukungan Purbaya Picu Sorotan ke Arah BI
Rekaman tersebut menunjukkan Dina tersungkur di tanah berlumpur sambil menangis histeris. Beberapa pria terlihat mengerubunginya dan diduga melakukan kekerasan fisik untuk memaksa korban menjauh dari area pembangunan.
Upaya seorang perempuan lain yang mencoba menolong korban juga diduga dihalangi.
Dina menegaskan kehadirannya di lokasi proyek bertujuan mempertahankan hak atas tanah yang diklaim belum pernah dijual maupun dibayar oleh pihak pengembang.
Meski demikian, pembangunan tetap berjalan seolah tidak terpengaruh oleh klaim kepemilikan tersebut.
"Saya disuruh minggir padahal itu tanah saya. Karena saya bertahan, saya langsung diangkat dan diseret. Saya diperlakukan seperti bukan manusia," ujar Dina, Sabtu (17/1/2026).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










