Banten

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Usai Rumahnya Terbakar Saat Renovasi di Jagakarsa

Cristina Malonda | 8 Mei 2026, 12:30 WIB
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Usai Rumahnya Terbakar Saat Renovasi di Jagakarsa
Kabar Duka! Anggota BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah di Jagakarsa (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Kabar duka datang dari dunia pemerintahan Indonesia. Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026) setelah menjadi korban kebakaran yang melanda kediamannya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di rumah almarhum yang berada di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02, Tanjung Barat. Warga pertama kali menyadari adanya kebakaran setelah melihat kepulan asap hitam membumbung dari lantai tiga rumah.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 07.53 WIB.

Baca Juga: Tiga Masjid Terdampak Banjir di Aceh Rampung Direnovasi Bantuan Masyarakat Kota Tangerang

“Berdasarkan informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai tiga rumah yang terbakar,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak 12 unit mobil damkar dan 48 personel diterjunkan untuk memadamkan api.

Proses pemadaman dimulai pukul 08.07 WIB dan dinyatakan selesai sekitar pukul 08.49 WIB.

Baca Juga: Qodari Beberkan Alasannya Gandeng Homeless Media, Publik Pertanyakan Validitas Daftar 40 Mitra Baru Pemerintah

Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu oleh cairan kimia mudah terbakar yang berasal dari sisa tiner bekas renovasi rumah. Api disebut cepat membesar hingga menghasilkan asap pekat yang memenuhi bangunan.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat asap hitam tebal keluar dari bagian atas rumah korban saat proses pemadaman berlangsung.

Jenazah Haerul Saleh kemudian dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Benarkah Isu Ijazah Palsu Jokowi Cuma 'Screen' untuk Kasus Lebih Besar? Ini Analisis Tajam Politisi PDIP, Guntur Romli

Mentan Amran Sampaikan Duka Mendalam

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Haerul Saleh. Amran bahkan menjadi salah satu pelayat pertama yang datang ke rumah sakit setelah menerima kabar duka tersebut.

Menurut Amran, dirinya sempat mendengar kronologi singkat kejadian dari asisten rumah tangga korban. Saat itu, Haerul Saleh tengah mengawasi proses renovasi rumah sebelum api tiba-tiba membesar dan sulit dikendalikan.

“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta.

Baca Juga: Barcelona Mulai Bergerak! Julian Alvarez Bisa Tinggalkan Atletico Madrid Usai Gagal Total Musim Ini

Amran mengenang almarhum sebagai sosok yang sederhana, pekerja keras, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa serta negara.

“Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” katanya.

Ia juga menyebut Haerul Saleh sebagai figur yang selalu menjunjung profesionalisme dan pengabdian dalam setiap tugas negara yang diemban.

Kepergian Haerul Saleh turut mengundang duka dari masyarakat dan rekan-rekannya. Kolom komentar akun Instagram pribadi almarhum dipenuhi ucapan belasungkawa dari warganet.

Baca Juga: Viral! Detik-detik Presiden PFA Tolak Salaman dengan Israel, Ini Alasan Lengkapnya!

Kepergian Haerul Saleh menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sosoknya dikenal luas sebagai pejabat yang memiliki integritas tinggi dan konsisten memperkuat tata kelola serta akuntabilitas pemerintahan di Indonesia. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.