Serangan Rahasia Arab Saudi ke Iran Terungkap, Diam-diam Lancarkan Operasi Udara

AKURAT BANTEN - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Publik dikejutkan dengan laporan yang menyebut bahwa Arab Saudi melakukan serangan udara rahasia ke wilayah Iran.
Hal tersebut dilakukan Saudi sebagai respons atas rentetan serangan yang sebelumnya menghantam wilayah kerajaan tersebut di tengah konflik regional yang terus meluas.
Laporan mengejutkan ini pertama kali diungkap oleh Reuters yang mengutip dua pejabat Barat dan dua pejabat Iran yang mengetahui langsung perkembangan situasi tersebut.
Baca Juga: Buntut Kisruh LCC 4 Pilar Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Apresiasi Beasiswa ke Tiongkok
Jika benar terjadi, aksi ini menjadi sejarah baru karena disebut sebagai pertama kalinya Arab Saudi melakukan operasi militer langsung di wilayah Iran.
Menurut sumber pejabat Barat, serangan udara itu dilakukan oleh Angkatan Udara Arab Saudi sekitar akhir Maret 2026. Salah satu sumber menyebut langkah tersebut merupakan bentuk balasan setelah Iran dituding melancarkan serangan ke wilayah Saudi.
Meski demikian, hingga kini belum ada informasi resmi terkait target spesifik yang disasar dalam operasi tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga belum memberikan konfirmasi langsung mengenai laporan itu.
Baca Juga: MPR RI Langsung Nonaktifkan Dewan Juri dan MC LCC Empat Pilar Usai Polemik Penilaian Final
Aksi Riyadh ini memperlihatkan perubahan sikap yang lebih tegas terhadap Iran, rival utamanya di kawasan Timur Tengah. Konflik yang awalnya dipicu serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu kini berkembang menjadi perang regional yang melibatkan banyak negara.
Dalam perkembangan konflik tersebut, Iran disebut telah meluncurkan rudal dan drone ke enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Sasaran serangan bukan hanya pangkalan militer Amerika Serikat, tetapi juga infrastruktur sipil seperti bandara, kilang minyak, hingga jalur perdagangan penting di Selat Hormuz.
Penutupan Selat Hormuz bahkan disebut berdampak besar terhadap rantai perdagangan global dan distribusi energi dunia.
Baca Juga: Soroti Polemik LCC Empat Pilar di Kalbar, PKB Dorong Evaluasi Total dan Perbaikan Sistem
Selain Arab Saudi, Uni Emirat Arab juga dikabarkan melakukan operasi militer terhadap Iran. Namun, pendekatan kedua negara berbeda. UEA dinilai lebih agresif dan minim komunikasi diplomatik terbuka dengan Teheran, sementara Arab Saudi tetap mempertahankan jalur diplomasi untuk mencegah konflik semakin meluas.
Menariknya, pejabat Iran dan Barat mengungkapkan bahwa Arab Saudi tetap memberi tahu Iran terkait serangan tersebut. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan komunikasi diplomatik intensif antara kedua negara.
Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai langkah Saudi sebagai strategi pragmatis untuk menjaga batas konfrontasi agar tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih besar.
Baca Juga: Publik Dibuat Kaget, Ferdy Sambo Dikabarkan Raih Dua Gelar S2 Saat Dipenjara
Menurut sumber Iran, upaya de-eskalasi informal mulai terlihat sekitar sepekan sebelum Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata pada 7 April 2026. Kedua pihak disebut memiliki kepentingan bersama untuk meredakan ketegangan dan mencegah situasi semakin tidak terkendali. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








