Kemenag Ungkap Strategi Baru Wujudkan Pesantren Ramah Anak di Indonesia

AKURAT BANTEN - Kementerian Agama terus memperkuat berbagai langkah konkret untuk menghadirkan lingkungan pendidikan Islam yang aman, nyaman, dan inklusif bagi para santri.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa konsep pesantren ramah anak tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan sarana fisik, tetapi juga tercermin dari budaya dan perilaku seluruh elemen di dalamnya.
"Pesantren yang ramah anak lahir dari lingkungan yang aman, hangat, dan penuh keteladanan. Sebagai fasilitator, kita harus memiliki kapabilitas yang baik untuk menjadi teladan bagi tenaga kependidikan di lingkungan pesantren." ungkap Kamaruddin.
Ia menjelaskan, kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini akan terus digelar secara berkelanjutan agar pesantren dapat berkembang menjadi ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan intelektual, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Baca Juga: Misteri Virus Hantavirus di Kapal Pesiar Eropa, Ini Fakta yang Diungkap Kemenkes
Kemenag juga berkomitmen memastikan seluruh santri memperoleh perlindungan maksimal selama menjalani proses pendidikan di pesantren.
"Semoga ikhtiar ini memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan ruang pendidikan yang melindungi, mendidik, dan menumbuhkan generasi dengan baik," tambahnya.
Selain itu, Kementerian Agama terus memperluas implementasi program pesantren ramah anak melalui penguatan regulasi, peningkatan kompetensi pengasuh pesantren, hingga penyusunan panduan nasional pesantren ramah anak.
Upaya tersebut dilakukan agar pesantren menjadi tempat tumbuh yang aman, sehat, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh santri di Indonesia.
Baca Juga: Jangan Tertipu! Kemenag Ingatkan Bahaya Pendaftaran Nikah Palsu Mengatasnamakan KUA
Kamaruddin berharap penguatan kapasitas ini mampu menjadikan pesantren sebagai "rumah kedua" yang benar-benar memberikan rasa aman dan penuh kasih bagi para santri.
Menurutnya, suasana penuh perhatian dan keteladanan harus menjadi dasar dalam proses pendidikan di lingkungan pesantren.
"Pesantren harus menjadi rumah kedua yang penuh kasih sayang, tempat tumbuhnya generasi yang cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional," tegas Sekjen.
Melalui program Pesantren Ramah Anak, Kementerian Agama kembali menegaskan pentingnya menanamkan nilai kemanusiaan dan adab sejalan dengan penguasaan ilmu agama, kitab kuning, serta pengetahuan umum demi menciptakan generasi santri yang sehat, unggul, dan bermartabat di masa depan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









