Profil hingga Jejak Panjang Juda Agung, Ekonom BI yang Kini Dipercaya Jadi Wakil Menteri Keuangan

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis sore, 5 Februari 2026. Penunjukan ini menandai masuknya figur ekonom senior dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan moneter dan keuangan ke dalam jajaran Kabinet Merah Putih.
Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Periode 2024–2029.
Baca Juga: Resmi Dilantik Prabowo, Juda Agung Sah Jadi Wamenkeu Gantikan Thomas Djiwandono
Nama Juda Agung bukan sosok baru di dunia kebijakan ekonomi nasional. Ia dikenal luas sebagai ekonom Bank Indonesia yang menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di bank sentral, dengan fokus pada perumusan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.
Karier Juda Agung di Bank Indonesia dimulai pada awal 1990-an. Ia tercatat bergabung sebagai staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI pada periode 1992–1999, termasuk penugasan di kantor perwakilan BI di London yang memperluas wawasannya terhadap dinamika ekonomi global.
Baca Juga: KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Kasus Pengurusan Impor Bea Cukai
Seiring waktu, kariernya terus menanjak. Juda Agung pernah menjabat sebagai Kepala Bagian di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter pada 2006–2008, kemudian dipercaya menjadi Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI pada periode 2014–2017.
Ia juga pernah ditugaskan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat pada 2017, sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak tahun 2022. Jabatan tersebut dilepaskannya pada 13 Januari 2026 setelah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Baca Juga: Air Mata Guru PPPK Paruh Waktu Pecah di DPRD Serang, Dua Dekade Mengabdi Tanpa Kepastian Gaji
Tak hanya berkiprah di dalam negeri, Juda Agung juga memiliki pengalaman internasional yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) pada periode 2017–2019, mewakili Indonesia dan sejumlah negara dalam perumusan kebijakan ekonomi global.
Dari sisi akademik, Juda Agung lahir di Pontianak pada 6 Agustus 1964. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bidang Teknologi Pertanian, lalu melanjutkan studi pascasarjana di University of Birmingham, Inggris, dengan konsentrasi bisnis dan keuangan.
Dengan rekam jejak panjang di Bank Indonesia serta pengalaman di lembaga keuangan internasional, Juda Agung diharapkan mampu memperkuat perumusan dan implementasi kebijakan fiskal nasional, sekaligus menjembatani koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal pemerintah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







