Karina Ranau Diserang Netizen soal Unggahan Mendiang Epy Kusnandar, Tegaskan Bukan Cari Simpati tapi Cara Sembuhkan Luka

AKURAT BANTEN - Karina Ranau akhirnya angkat bicara terkait berbagai komentar pedas yang kerap menghampirinya di media sosial akibat unggahan tentang mendiang suaminya, Epy Kusnandar.
Di Instagram, Karina memang cukup sering membagikan video maupun foto kenangan bersama sang suami yang telah berpulang.
Namun, kebiasaan tersebut justru memicu beragam penilaian negatif dari sebagian warganet.
Tidak sedikit yang menuduhnya menjadikan rasa kehilangan sebagai sarana mencari perhatian publik.
Bahkan, ada pula yang menilai Karina sengaja memanfaatkan kesedihan demi kepentingan konten pribadi.
Menanggapi tudingan tersebut, Karina menegaskan bahwa seluruh unggahan itu bukan bertujuan untuk mendulang popularitas ataupun keuntungan.
Baca Juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Tegaskan Pentingnya Keadilan Kaum Buruh
Menurutnya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari proses penyembuhan emosional yang sedang ia jalani.
"Karena menurut saya ini adalah cara treatment untuk diri saya khususnya gitu, diri saya pribadi sebagai treatment untuk menguatkan saya gitu, kayak kekuatan gitu saya datang ke sana (makam)," ujar Karina.
Bagi Karina, mengenang suaminya melalui dokumentasi digital menjadi salah satu cara untuk menjaga kekuatan batin setelah kehilangan sosok tercinta.
Baca Juga: Geger! Sosok 'Topi Merah' Patahkan Klaim Ilmiah Ijazah Jokowi: Angka 72% Ternyata Bisa Diatur?
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak prosesi pemakaman, dirinya telah berkomitmen untuk terus menceritakan tentang Epy kepada anak-anak mereka.
Janji tersebut dianggap sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga sosok Epy tetap hidup dalam ingatan keluarga.
"Pada saat memakamkan almarhum, saya sudah berjanji bahwa saya akan terus bercerita. Saya akan terus bercerita apa pun yang terjadi sampai saya tidak mampu lagi menatap mata saya. Artinya mungkin sampai saya tua nanti," tutur Karina.
Baca Juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Tegaskan Pentingnya Keadilan Kaum Buruh
Bukan hanya karena keinginan pribadi, keputusan itu juga diperkuat oleh pesan sang anak, Patih.
Putranya meminta agar seluruh momen berharga bersama ayahnya tetap disimpan dan tidak hilang begitu saja.
"Saya ingat pesan Patih, 'Momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apa pun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan,'" kata Karina.
Karina pun membantah keras anggapan bahwa dirinya memperoleh manfaat finansial dari unggahan bernuansa duka tersebut.
Ia memastikan tidak ada monetisasi, endorse, ataupun platform penghasil uang dari konten-konten itu.
"Saya enggak mencari keuntungan dari konten-konten saya di makam. Saya enggak ada channel YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Tidak ada pundi-pundi endorse di situ," tegasnya.
Baca Juga: Geger! Sosok 'Topi Merah' Patahkan Klaim Ilmiah Ijazah Jokowi: Angka 72% Ternyata Bisa Diatur?
Di tengah kesibukan mengelola warung dan menjalani kehidupan sehari-hari, Karina mengaku kenangan-kenangan tersebut justru menjadi penghibur saat rasa lelah datang.
Melihat kembali dokumentasi bersama Epy dianggapnya sebagai obat rindu yang mampu sedikit meredakan kesedihan.
"Mungkin ketika saya capek pulang kerja di warung, ketika di rumah istirahat habis salat saya rebahan sambil lihat konten gitu, kayak mengobati diri saya aja gitu," ungkapnya.
Karina juga menyadari bahwa tidak semua orang memahami beratnya kehilangan pasangan hidup.
Ia menekankan bahwa proses berduka setiap orang berbeda dan tidak bisa disamaratakan.
"Buat orang-orang yang belum mengalami gimana sih rasanya kehilangan sosok orang yang kita sayangi, jadi enggak semudah itu untuk melupakan," katanya.
Hingga kini, Karina masih rutin berziarah ke makam suaminya.
Baginya, mengenang dan mengabadikan sosok Epy adalah bagian penting dari perjalanan menerima kenyataan.
"Ya itu sebagian dari pengobat hati saya gitu, saya edit sendiri dari pagi sampai saya ninggalin warung gitu saya susun gitu video kenangan kami," tutup Karina.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








