Banten

Timur Tengah Memanas, AS dan Israel Disebut Siap Gempur Iran Lagi Pekan Depan

Aullia Rachma Puteri | 17 Mei 2026, 06:58 WIB
Timur Tengah Memanas, AS dan Israel Disebut Siap Gempur Iran Lagi Pekan Depan
AS DAN ISRAEL SERANG IRAN PEKAN DEPAN

AKURAT BANTEN – Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali berada di titik panas setelah muncul laporan terbaru mengenai kemungkinan operasi militer lanjutan terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel.

Sejumlah sumber internasional menyebut Washington dan Tel Aviv tengah meningkatkan persiapan menghadapi potensi konflik baru yang disebut bisa dimulai dalam waktu dekat, bahkan paling cepat pekan depan.

Laporan tersebut menyebut keputusan akhir masih menunggu sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait langkah yang akan diambil terhadap Teheran setelah upaya diplomasi dinilai belum menunjukkan hasil signifikan.

Pejabat keamanan Israel yang dikutip media asing mengungkapkan bahwa militer negaranya telah berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menghadapi segala kemungkinan.

Baca Juga: Iran Buka Jalur Selat Hormuz, Mengapa Hanya 30 Kapal Ini yang Lolos?

“Seluruh skenario telah dipersiapkan,” ungkap sumber tersebut.

Ketegangan meningkat setelah pembicaraan terkait program nuklir Iran kembali menemui jalan buntu.

Pemerintah AS disebut mulai mempertimbangkan opsi yang lebih agresif jika negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan baru.

Israel sendiri sejak lama menilai program nuklir Iran sebagai ancaman serius bagi keamanan kawasan.

Baca Juga: Timur Tengah Membara! Netanyahu Diklaim Menyusup ke UEA, Abu Dhabi Membantah, Iran Kirim Ancaman Mengerikan!

Karena itu, negara tersebut terus mendesak Amerika Serikat agar mengambil langkah tegas terhadap Teheran.

Di sisi lain, Iran dilaporkan memperkuat kemampuan pertahanannya menyusul meningkatnya ancaman serangan.

Beberapa fasilitas militer dan sistem rudal disebut telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan eskalasi.

Laporan intelijen yang beredar juga menyebut Iran terus memulihkan sejumlah kekuatan militernya pasca ketegangan sebelumnya dengan Israel dan AS.

Baca Juga: 'Saya Tidak Peduli!', Trump Pilih Perang Nuklir Lawan Iran Meski Ekonomi AS Berdarah-darah

Situasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional.

Banyak pihak menilai konflik baru antara Iran, AS, dan Israel dapat memicu perang regional yang lebih luas serta berdampak pada stabilitas ekonomi global.

Kawasan Timur Tengah sendiri selama ini menjadi salah satu pusat pasokan energi dunia.

Jika konflik besar pecah, harga minyak global diperkirakan akan melonjak dan berdampak pada perekonomian banyak negara.

Baca Juga: Iran Siap Kirim Uranium ke Negara Ketiga Tetapi Tolak Tunduk pada AS

Pengamat hubungan internasional juga menilai potensi keterlibatan negara-negara lain di kawasan sangat besar apabila perang kembali meletus.

Hal itu dikhawatirkan akan memperburuk kondisi keamanan internasional yang saat ini sudah penuh tekanan akibat berbagai konflik global.

Meski berbagai laporan soal persiapan serangan terus bermunculan, hingga kini belum ada pengumuman resmi dari Gedung Putih maupun pemerintah Israel terkait waktu pasti operasi militer tersebut.

Sementara itu, Iran tetap menegaskan pihaknya siap menghadapi ancaman apa pun dari negara luar.

Baca Juga: Trump Sebut Respons Iran Tidak Dapat Diterima, Harga Minyak Langsung Meroket

Pemerintah Teheran juga sebelumnya memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi akan mendapat balasan keras.

Publik dunia kini menanti keputusan akhir dari Washington yang diyakini akan menentukan arah baru ketegangan di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.