Banten

PT Dirgantara Indonesia Tancap Gas ke Pasar Global, Garap Drone Pertanian hingga Penumpang

Moehamad Dheny Permana | 6 Februari 2026, 19:19 WIB
PT Dirgantara Indonesia Tancap Gas ke Pasar Global, Garap Drone Pertanian hingga Penumpang

Akurat Banten - PT Dirgantara Indonesia resmi mengambil langkah agresif untuk memperluas sayap bisnisnya ke pasar internasional melalui pengembangan berbagai produk pesawat udara nirawak yang menyasar sektor sipil dan komersial.

Ekspansi ini tidak hanya berfokus pada drone untuk kebutuhan pertahanan, tetapi juga merambah aplikasi pertanian, pemetaan, logistik, hingga pengembangan teknologi drone penumpang yang kini mulai dilirik pasar global.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dan PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia atau FROGS Indonesia dalam ajang Singapore Airshow 2026.

Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia, Moh Arif Faisal, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting bagi industri dirgantara nasional untuk naik kelas.

Menurut Arif, kolaborasi tersebut membuka jalan bagi inovasi karya anak bangsa agar bisa bersaing dan diterima di rantai pasok global dengan dukungan jejaring internasional.

Ia juga menekankan bahwa peran perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia, menjadi faktor penting dalam membuka akses pasar dan kemitraan strategis.

"Kerja sama ini merupakan langkah strategis PTDI dalam memperluas kapabilitas sistem udara nirawak, khususnya pada aspek pengembangan platform, integrasi sistem, dan kesiapan manufaktur untuk pasar global," ujar Arif.

FROGS Indonesia sendiri dikenal sebagai perusahaan rintisan teknologi yang fokus pada pengembangan dan produksi drone untuk berbagai kebutuhan sipil.

Produk yang dikembangkan mencakup drone penyemprot pertanian, pemetaan udara, pengawasan kargo, hingga konsep drone penumpang yang mengusung mobilitas masa depan.

Baca Juga: Heboh 21 Karung Cacahan Rupiah Ditemukan di TPS Liar Bekasi, Polisi Pastikan Asli dan Milik Bank Indonesia

Melalui sinergi ini, PT Dirgantara Indonesia akan mengambil peran utama dalam penguatan sistem, pemanfaatan fasilitas manufaktur dalam negeri, serta strategi pemasaran ke pasar internasional.

Arif menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut dirancang untuk melahirkan platform drone yang unggul secara teknis sekaligus adaptif terhadap berbagai kebutuhan operasional.

"PTDI mendorong pengembangan drone yang andal dari sisi performa sistem, fleksibilitas misi, serta kesiapan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk pengawasan, pemetaan, dan dukungan misi non-tempur," katanya.

Ia menambahkan bahwa orientasi utama pengembangan diarahkan pada misi non-militer yang memiliki potensi pasar luas dan berkelanjutan.

Kemitraan ini sekaligus memperkaya portofolio PT Dirgantara Indonesia di bidang Unmanned Aircraft System atau UAS yang selama ini lebih dikenal melalui platform militer.

Sebelumnya, perusahaan berbasis di Bandung tersebut telah mengembangkan UAS Wulung dan wahana tempur nirawak MALE Elang Hitam yang menjadi simbol kemampuan teknologi nasional.

Dengan menggandeng mitra lokal yang lincah dan inovatif, PT Dirgantara Indonesia kini menerapkan pendekatan yang lebih menyeluruh untuk menyasar segmen sipil.

Pendekatan tersebut mencakup riset dan pengembangan bersama guna memastikan spesifikasi drone sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor.

Baca Juga: OTT KPK di PN Depok, Ketua PT Bandung Ungkap Ada Tiga Pejabat Terlibat Dugaan Suap Sengketa Tanah

Arif menyebut sektor pertanian dan peternakan menjadi target utama karena permintaan teknologi drone di bidang tersebut terus meningkat di berbagai negara.

Ia optimistis sinergi antara BUMN dirgantara dan startup teknologi nasional ini akan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

Langkah ekspansi ini diharapkan menjadi babak baru bagi industri dirgantara nasional dalam membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain penting di industri teknologi udara dunia.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.