Banten

Lonjakan Penumpang Kereta di Jawa Tengah Pertegas Peran Transportasi Rel di Kawasan Aglomerasi

Moehamad Dheny Permana | 8 Februari 2026, 06:11 WIB
Lonjakan Penumpang Kereta di Jawa Tengah Pertegas Peran Transportasi Rel di Kawasan Aglomerasi

Akurat Banten - PT Kereta Api Indonesia Persero terus memantapkan perannya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah aglomerasi Jawa Tengah dengan memperluas dan meningkatkan kualitas layanan kereta api lintas fungsi.

Upaya tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan konektivitas antarkota, mendukung aktivitas ekonomi, serta mempermudah perjalanan harian masyarakat yang semakin dinamis.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan mobilitas biasanya terlihat jelas saat akhir pekan dan periode libur di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Akhir pekan dan masa libur kerap menjadi momen meningkatnya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Anne.

Ia menilai perjalanan antarkota, akses menuju bandara, hingga rutinitas komuter perkotaan menunjukkan peran vital transportasi publik berbasis rel.

“Tren tersebut tercermin dari kinerja layanan kereta api perkotaan, lokal, dan bandara yang terus bertumbuh sepanjang Januari 2026,” kata Anne.

Menurut Anne, pola pergerakan itu sejalan dengan data mobilitas wilayah yang sebelumnya dirilis Badan Pusat Statistik pada 2025.

Dalam laporan tersebut, Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu provinsi dengan intensitas perjalanan komuter antarkabupaten dan kota yang cukup tinggi.

Koridor Semarang–Solo–Yogyakarta–Purwokerto menjadi jalur utama pergerakan masyarakat untuk kepentingan kerja, pendidikan, hingga layanan publik.

Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan moda transportasi yang terjadwal, nyaman, dan mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Dalam konteks itu, KAI memperkuat layanan kereta perkotaan sebagai bagian dari ekosistem mobilitas terintegrasi di Jawa Tengah dan DIY.

Anne menyebutkan peningkatan jumlah pelanggan menjadi indikator perubahan kebiasaan perjalanan masyarakat.

“Kereta api kini menjadi pilihan perjalanan yang nyaman untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian, perjalanan akhir pekan, hingga akses menuju bandara,” tuturnya.

Layanan antarkota di dalam kawasan aglomerasi juga menunjukkan tren positif melalui KA Joglosemarkerto.

Baca Juga: Kejari Batang Kembalikan Rp7,3 Miliar Kelebihan Tagihan Listrik ke Kas Daerah

Sepanjang Januari 2026, layanan eksekutif dan ekonomi New Generation tersebut melayani 110.409 pelanggan, meningkat dibandingkan Januari 2025 yang tercatat 97.929 pelanggan.

“Rute lingkar Yogyakarta–Solo–Semarang–Purwokerto membuat layanan ini banyak dimanfaatkan untuk perjalanan keluarga, wisata, dan mobilitas antarwilayah,” kata Anne.

Konektivitas menuju bandara turut diperkuat lewat operasional KA BIAS atau Kereta Api Bandara Adi Soemarmo.

Selama Januari 2026, KA BIAS melayani 74.102 pelanggan, naik dari 63.730 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Layanan tersebut menghubungkan pusat Kota Solo hingga wilayah Caruban dan Madiun, sekaligus mendukung kelancaran perjalanan udara.

Di wilayah barat Jawa Tengah dan DIY, KA Bandara Yogyakarta International Airport juga mencatat kinerja stabil dengan tren meningkat.

Pada Januari 2026, layanan reguler dan Xpress KA YIA melayani 239.331 pelanggan, lebih tinggi dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 229.716 pelanggan.

Mobilitas harian masyarakat perkotaan tetap menjadi tumpuan KRL Area VI Yogyakarta atau Commuter Line Yogyakarta–Palur.

Sepanjang Januari 2026, layanan ini mengangkut 758.375 pelanggan, meningkat dari 712.152 pelanggan pada Januari 2025.

Baca Juga: HPN 2026 di Serang Jadi Ajang Penguatan Peran Pers dan Pemerintah Daerah

Dengan frekuensi hingga 31 perjalanan per hari dan melayani 11 stasiun utama, KRL Area VI menjadi penghubung vital Yogyakarta, Klaten, dan Solo Raya.

Layanan kereta lokal turut melengkapi kebutuhan mobilitas, salah satunya KA Prameks rute Yogyakarta–Kutoarjo dengan tarif terjangkau.

KA Prameks melayani 94.567 pelanggan pada Januari 2026, meningkat dari 86.973 pelanggan pada Januari 2025.

Sementara itu, KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri mencatat 16.294 pelanggan, naik dari 12.497 pelanggan seiring penambahan frekuensi perjalanan.

Anne menegaskan peningkatan penggunaan kereta api mencerminkan relevansi transportasi rel dalam mendukung kawasan aglomerasi yang terus berkembang.

“Kereta api menghadirkan perjalanan yang lebih tertata, nyaman, dan mudah diakses sehingga menjadi solusi mobilitas yang relevan bagi masyarakat,” pungkasnya.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.