Perang Dunia Ketiga Siap Mulai? Siaran TV Iran Laporkan Latihan Perang untuk Pertahankan Timur Tengah dan Selat Hormuz

AKURAT BANTEN - Situasi geopolitik Timur Tengah kembali memanas setelah televisi pemerintah Iran menayangkan video latihan militer yang menampilkan gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai target tembak.
Tayangan tersebut langsung menyita perhatian dunia internasional karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Dalam rekaman yang beredar, sejumlah personel militer Iran terlihat menjalani simulasi tempur sambil mengarahkan senjata ke papan sasaran bergambar dua tokoh tersebut.
Media pemerintah Iran menyebut latihan itu sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menghadapi ancaman musuh asing.
Baca Juga: Iran Masih Tegang dengan Amerika, Timnas Iran Kabur ke Turki demi Persiapan Piala Dunia 2026
Namun penggunaan gambar Trump dan Netanyahu dinilai sebagai pesan politik terbuka dari Teheran terhadap Washington dan Tel Aviv.
Video tersebut memperlihatkan latihan penggunaan senjata api, simulasi pertempuran, hingga latihan serangan taktis oleh pasukan Iran.
Tayangan itu kemudian viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari publik internasional.
Pengamat hubungan internasional menilai aksi Iran bukan sekadar latihan militer biasa.
Baca Juga: Iran Coret Azmoun dari Skuad Piala Dunia 2026, Taremi Resmi Jadi Pemimpin Baru Team Melli
Tayangan itu disebut memiliki pesan simbolik yang menunjukkan sikap keras Teheran terhadap tekanan politik dan militer dari Amerika Serikat serta Israel.
Ketegangan antara ketiga negara memang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Konflik di Timur Tengah yang semakin meluas membuat hubungan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berada di titik sensitif.
Donald Trump sebelumnya beberapa kali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran.
Baca Juga: Timur Tengah Makin Panas Drone Hantam PLTN UEA, Iran dan Amerika Serikat Terancam Bentrok Lagi
Ia bahkan mendukung langkah agresif terhadap fasilitas strategis Iran dan menyerukan sikap tegas terhadap pemerintahan Teheran.
Di sisi lain, Benjamin Netanyahu juga dikenal sebagai salah satu pemimpin paling vokal dalam menentang pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah.
Israel selama ini menuduh Iran menjadi ancaman utama keamanan regional, terutama terkait program nuklir dan dukungan terhadap kelompok bersenjata sekutu Teheran.
Pakar keamanan menilai tayangan televisi pemerintah Iran tersebut berpotensi memperburuk situasi diplomatik yang sudah panas.
Meski belum ada respons resmi dari Gedung Putih maupun pemerintah Israel, langkah Iran dinilai bisa memicu ketegangan baru.
Di media sosial, video latihan tempur itu memancing perhatian besar.
Sebagian warganet melihatnya sebagai bentuk perlawanan Iran terhadap tekanan Barat, sementara lainnya menilai aksi tersebut sebagai propaganda yang berbahaya karena dapat meningkatkan risiko konflik terbuka.
Ketegangan di Timur Tengah juga mulai memengaruhi kekhawatiran global terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Baca Juga: Tunggu Surat Dari DLH, Satpol PP Kota Tangerang Belum Tindak TPS Liar di Kunciran Kota Tangerang
Konflik yang terus memanas berpotensi berdampak terhadap harga minyak internasional, distribusi energi, hingga keamanan jalur perdagangan dunia.
Sejumlah negara hingga kini masih mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Namun situasi di lapangan menunjukkan ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih jauh dari kata reda.
Dengan tayangan latihan militer yang kini viral ke seluruh dunia, kekhawatiran akan pecahnya konflik lebih besar di Timur Tengah kembali meningkat.
Baca Juga: Serangan Rahasia Arab Saudi ke Iran Terungkap, Diam-diam Lancarkan Operasi Udara
Publik internasional pun terus memantau perkembangan hubungan tiga negara tersebut yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas global.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







