Menhan RI Buka Suara soal Akses Pesawat Militer AS, Ternyata Tidak Ada Komitmen Rahasia

AKURAT BANTEN - Menteri Pertahanan Indonesia menyatakan pada 19 Mei bahwa dirinya telah menandatangani surat pernyataan niat bersama Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, pada April lalu terkait akses pesawat militer AS ke wilayah udara Indonesia.
Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan ataupun komitmen yang disetujui dalam pernyataan tersebut.
Dokumen yang diteken di Washington itu memuat poin mengenai penghormatan terhadap kedaulatan wilayah masing-masing negara, kebutuhan akan mekanisme khusus apabila Indonesia memberikan izin akses udara, serta kewajiban mematuhi hukum nasional yang berlaku.
Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat menghadiri rapat parlemen.
Baca Juga: Subsidi BBM Indonesia Terancam Jebol, Ekonom Peringatkan Risiko Krisis Fiskal 2026
“Kami tidak membuat satu pun komitmen dengan AS terkait wilayah udara. Kami menjunjung tinggi konstitusi dan kepentingan nasional kami,” kata Sjafrie.
Pembahasan mengenai izin penerbangan lintas wilayah sempat menjadi sorotan dan memicu perdebatan publik di Indonesia pada April lalu.
Kementerian Luar Negeri telah mengingatkan Kementerian Pertahanan bahwa usulan pemberian izin “menyeluruh” bagi militer AS untuk melintas di wilayah Indonesia berpotensi menyeret Jakarta ke dalam konflik di Laut China Selatan.
Sjafrie menjelaskan bahwa Pete Hegseth sebelumnya mengajukan permintaan akses lintas udara untuk tahun 2025 dalam forum Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Baca Juga: Kemenag Resmi Buka Seleksi Kampung Zakat 2026, Cek Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Dalam pengajuan tersebut, Hegseth disebut menyampaikan alasan keadaan darurat sebagai dasar permintaan akses, meski detail lebih lanjut tidak dijelaskan.
Permintaan tanggapan juga telah dikirimkan kepada Pentagon.
Namun hingga kini belum ada jawaban resmi.
Saat permintaan dikirim dari Jakarta, waktu di Washington masih dini hari dan berada di luar jam operasional kerja.
Usai pertemuan antara Hegseth dan Sjafrie di Washington pada April lalu, Pentagon menyebut Indonesia dan Amerika Serikat telah membangun kemitraan strategis dalam kerja sama pertahanan.
Mereka juga mengungkap sejumlah langkah yang akan ditempuh untuk memperkuat hubungan bilateral di sektor militer.
Sjafrie menambahkan bahwa kerja sama tersebut mencakup dukungan modernisasi militer Indonesia.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa pembahasan itu “tidak menyebutkan peralatan militer apa pun”.
Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan membantu program pelatihan bagi prajurit Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






