Jakarta Menuju Kota Global, Pemprov DKI Gandeng Kopenhagen untuk Tata Kota Masa Depan

AKURAT BANTEN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat transformasi ibu kota menjadi kota yang lebih nyaman, hijau, dan berorientasi pada kebutuhan warga.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, ke Pemerintah Kota Kopenhagen, Denmark, pada Senin (18/5/2026).
Kopenhagen sendiri dikenal sebagai salah satu kota paling layak huni di dunia berkat kualitas ruang publik, sistem transportasi, dan tata kota yang mengutamakan kenyamanan masyarakat.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam tiga sesi utama yang membahas strategi Pemerintah Kota Kopenhagen, mulai dari pengelolaan kerja sama internasional dan jaringan kota global, pembangunan kota berkelanjutan dan livable, hingga penguatan ekonomi perkotaan dan optimalisasi pendapatan daerah.
Baca Juga: Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Alexandra Eala dan Janice Tjen Bangkitkan Tenis Asia Tenggara
Pada sesi pertama, Jakarta dan Kopenhagen mendiskusikan penguatan hubungan antarkota melalui jejaring global C40 Cities.
Kedua kota memiliki kesamaan visi dalam mendorong isu perubahan iklim dan pembangunan kota berkelanjutan melalui forum C40, di mana Jakarta dan Kopenhagen telah menjadi anggota sejak 2006.
Saat ini, keduanya juga memegang posisi strategis di organisasi tersebut, dengan Lord Mayor Kopenhagen menjabat Vice Chair kawasan Eropa dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai Vice Chair kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO).
Sesi kedua berfokus pada strategi pembangunan Kota Kopenhagen yang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Viral Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Arena Tinju, Terbukti Efektif Kurangi Tawuran
Konsep tersebut diwujudkan melalui penyediaan ruang publik yang nyaman, jalur sepeda yang terintegrasi, kawasan tepi air yang bersih, hingga area publik yang mudah diakses seluruh warga dengan pendekatan sustainability dan go green.
Pemerintah Kota Kopenhagen juga menilai setiap kota memiliki karakteristik berbeda sehingga konsep kota livable perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masing-masing, termasuk Jakarta sebagai kota tropis yang membutuhkan lebih banyak ruang teduh dan area interaksi publik yang nyaman.
Pada sesi ketiga, Wagub Rano melakukan pertemuan bilateral dengan Andreas Kiel selaku Mayor of Employment, Integration, and Business for the City of Copenhagen.
Dalam pertemuan tersebut, Andreas menjelaskan strategi pembangunan Kopenhagen dalam menciptakan kota berkelanjutan, memperkuat ekonomi perkotaan, mengembangkan sektor pariwisata, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Wagub Rano, pengalaman Kopenhagen sebagai kota yang telah berusia lebih dari 900 tahun menjadi inspirasi penting bagi Jakarta dalam menata kawasan bersejarah tanpa menghilangkan identitas kota.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta juga mulai mengembangkan kawasan Kota Tua melalui tim khusus yang dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur No 1153/2025, dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai Ketua Revitalisasi dan Penataan Kota Tua.
Pengembangan kawasan tersebut dilakukan bersama pemerintah pusat, pelaku usaha, komunitas, hingga sektor swasta untuk menghadirkan Kota Tua sebagai kawasan bersejarah yang lebih hidup dan inklusif.
Kawasan itu diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada sejarah, lebih vibrant, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
"Jakarta sedang memperkuat transformasi menuju kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dihuni dan tetap memiliki identitas kuat yang berpihak pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Wagub Rano.
"Kopenhagen percaya kota yang baik bukan hanya soal pembangunan, tetapi bagaimana kota dapat menghadirkan kualitas hidup dan masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh warga. Jakarta memiliki semangat besar sebagai kota global yang inspiratif,” ungkap Andreas Kiel.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






