Prabowo Ungkap Strategi Ekonomi 2027, Pasar Langsung Bereaksi Keras

AKURAT BANTEN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Mei menyampaikan target besar terkait defisit fiskal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2027.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmennya memperkuat institusi negara di tengah kekhawatiran yang masih muncul terhadap arah kebijakan pemerintahannya.
Melalui pidato yang cukup jarang dilakukan di hadapan Parlemen, Prabowo yang pemerintahannya mendapat sorotan ketat sepanjang 2026 terkait pengelolaan ekonomi senilai US$1,4 triliun (S$1,79 triliun), menetapkan sasaran defisit fiskal 2027 di kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Angka itu lebih rendah dibanding proyeksi defisit 2026 yang diperkirakan mencapai 2,9 persen.
Baca Juga: Jakarta Menuju Kota Global, Pemprov DKI Gandeng Kopenhagen untuk Tata Kota Masa Depan
Selain itu, Presiden juga mematok target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen dengan tingkat inflasi berada pada rentang 1,5 persen sampai 3,5 persen.
Pemerintah, kata Prabowo, akan terus mendorong swasembada pangan serta melakukan reformasi kelembagaan guna menarik investasi baru, sambil tetap memastikan sektor swasta memiliki ruang dalam ekonomi yang semakin berorientasi pada peran negara.
“Jika kita tetap bersatu dan bekerja sama, perusahaan swasta, usaha kecil dan menengah (UKM), pemerintah, daerah atau pusat, semua memiliki panggilan yang sama – kita dapat menciptakan kemakmuran yang luar biasa,” kata Prabowo, seraya menambahkan bahwa negara menginginkan dan membutuhkan keterlibatan sektor swasta.
Pidato tersebut muncul setelah beberapa bulan penuh tekanan bagi ekonomi negara anggota G-20 terbesar di Asia Tenggara itu.
Baca Juga: Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata, Alexandra Eala dan Janice Tjen Bangkitkan Tenis Asia Tenggara
Pada awal 2026, Moody’s dan Fitch menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif karena menilai kredibilitas dan konsistensi kebijakan pemerintah mulai melemah, termasuk kekhawatiran terhadap potensi pelanggaran batas defisit fiskal 3 persen.
Situasi itu semakin diperparah setelah penyedia indeks global MSCI pada Januari 2026 menyoroti masalah transparansi dan memperingatkan kemungkinan penurunan status Indonesia sebagai pasar negara berkembang.
Pengumuman tersebut memicu tekanan besar di pasar dengan nilai kapitalisasi yang terpangkas lebih dari US$120 miliar.
Wacana perubahan terhadap batas defisit fiskal yang selama ini diterapkan juga ikut memengaruhi kepercayaan investor.
Kekhawatiran muncul karena Prabowo tetap menjalankan sejumlah program kesejahteraan berbiaya besar, termasuk program unggulan makan siang gratis di sekolah senilai US$20 miliar, di tengah kondisi penerimaan pajak yang masih lemah.
Pada 20 Mei, Prabowo menyebut target penerimaan pajak tahun 2027 berada di kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen terhadap PDB.
Sementara itu, belanja negara ditargetkan mencapai 13,62 persen hingga 14,80 persen dari PDB.
Untuk mendongkrak pendapatan negara, Prabowo juga memastikan pembentukan lembaga baru yang akan mengelola ekspor sejumlah komoditas utama Indonesia seperti nikel, minyak sawit, dan batu bara termal.
Langkah tersebut dilakukan guna menekan apa yang disebutnya sebagai potensi kehilangan pendapatan sebesar US$908 miliar selama 34 tahun terakhir.
Sebagai salah satu kekuatan besar komoditas dunia, Indonesia saat ini merupakan eksportir terbesar batu bara termal dan minyak sawit global.
Namun, rumor pembentukan lembaga baru itu sempat memicu kekhawatiran pasar karena dinilai berpotensi mengubah mekanisme harga dan menekan margin perdagangan.
Dampaknya, indeks saham utama Indonesia turun 3,5 persen pada 19 Mei dan kembali melemah hampir 2 persen pada 20 Mei.
“Saya yakin setiap patriot akan mendukung ini – bumi, air, dan semua sumber daya di dalamnya harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








