Banten

Iran Disebut Rela Lepas Uranium demi Kesepakatan dengan AS, Benarkah Damai Segera Terjadi?

Aullia Rachma Puteri | 24 Mei 2026, 16:58 WIB
Iran Disebut Rela Lepas Uranium demi Kesepakatan dengan AS, Benarkah Damai Segera Terjadi?
uranium diambil AS dari iran

AKURAT BANTEN - Hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali menjadi perhatian dunia internasional setelah muncul laporan yang menyebut Teheran bersedia menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya dalam pembicaraan nuklir terbaru.

Informasi tersebut memicu spekulasi bahwa kedua negara mulai menemukan titik terang setelah bertahun-tahun berada dalam ketegangan politik dan militer.

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa Iran disebut membuka peluang untuk melepas cadangan uranium berkadar tinggi sebagai bagian dari pembahasan kesepakatan baru dengan Amerika Serikat.

Langkah itu dianggap penting karena isu pengayaan uranium selama ini menjadi salah satu poin paling sensitif dalam negosiasi nuklir antara kedua negara.

Baca Juga: Trump Korbankan Pernikahan Anak Demi Krisis Iran, Ada Apa dengan Negosiasi AS?

Meski demikian, pihak Iran langsung memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut.

Seorang pejabat senior Iran menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai pemindahan atau penyerahan uranium yang diperkaya ke luar negeri.

Menurutnya, proses negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan resmi.

Perbedaan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran masih berada pada tahap yang sangat dinamis.

Baca Juga: WFH ASN Diperpanjang Dua Bulan Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Dampak Perang Iran

Namun, sejumlah pengamat menilai adanya pembahasan soal uranium sudah menjadi sinyal positif bahwa jalur diplomasi mulai kembali terbuka setelah hubungan kedua negara sempat memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Amerika Serikat sendiri dikabarkan terus mendorong Iran agar menghentikan aktivitas pengayaan uranium dalam jangka panjang.

Sebagai imbalannya, Washington disebut siap memberikan sejumlah keringanan sanksi ekonomi yang selama ini membebani Iran, termasuk membuka akses perdagangan internasional yang lebih luas.

Selain persoalan nuklir, negosiasi tersebut juga dikaitkan dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Perang Dunia Ketiga Siap Mulai? Siaran TV Iran Laporkan Latihan Perang untuk Pertahankan Timur Tengah dan Selat Hormuz

Salah satu isu yang ikut dibahas adalah stabilitas jalur pelayaran di Selat Hormuz, kawasan strategis yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Ketegangan di wilayah itu sebelumnya sempat memicu kekhawatiran global terhadap pasokan energi internasional.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan sempat mengklaim bahwa kesepakatan dengan Iran hampir tercapai.

Ia menyebut pembicaraan berjalan positif dan menilai peluang tercapainya perjanjian baru semakin terbuka lebar.

Baca Juga: Iran Buka Jalur Selat Hormuz, Mengapa Hanya 30 Kapal Ini yang Lolos?

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian dunia karena hubungan kedua negara selama ini dikenal penuh konflik dan saling ancam.

Di sisi lain, Iran tetap menegaskan bahwa program nuklir yang mereka jalankan bertujuan untuk kepentingan damai, seperti pengembangan energi dan riset ilmiah.

Teheran membantah tuduhan negara-negara Barat yang menilai program tersebut digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Negosiasi nuklir Iran dan Amerika Serikat saat ini masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah mediator internasional.

Baca Juga: Iran Buka Jalur Selat Hormuz, Mengapa Hanya 30 Kapal Ini yang Lolos?

Publik dunia kini menunggu apakah pembicaraan tersebut benar-benar mampu menghasilkan kesepakatan baru yang dapat meredakan ketegangan sekaligus membuka peluang stabilitas politik di kawasan Timur Tengah.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.