Banten

Burung Paling Misterius di Indonesia Akhirnya Ditemukan Lagi Setelah Puluhan Tahun

Viona Sebastian Nolani | 4 Juni 2026, 14:28 WIB
Burung Paling Misterius di Indonesia Akhirnya Ditemukan Lagi Setelah Puluhan Tahun
ilustrasi burung lorikeet. (flickr/Dean Wiles)

AKURAT BANTEN - Selama hampir satu abad, Lorikeet Berdahi Biru dikenal sebagai salah satu burung paling langka dan sulit ditemukan di Indonesia.

Keberadaannya hanya tercatat lewat beberapa spesimen museum dan satu dokumentasi foto pada 2014, sehingga banyak pihak berharap spesies ini belum benar-benar punah.

Setelah menempuh perjalanan berat melintasi batu kapur tajam, serangan serangga, dan jalur pegunungan terjal, kilatan bulu hijau di puncak tertinggi Pulau Buru akhirnya menjadi bukti bahwa burung beo berwarna mencolok tersebut masih bertahan hidup di alam liar.

Burung mungil yang hanya hidup di Pulau Buru itu terlihat kembali pada April dalam ekspedisi yang dipimpin kelompok pendaki asal Indonesia.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Baru Bank Indonesia, Investor Khawatir Campur Tangan Politik Makin Besar

Tim peneliti berhasil memotret spesies tersebut untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir sekaligus merekam suara panggilannya yang bernada tinggi untuk pertama kali.

Suara itu diketahui digunakan burung untuk saling berkomunikasi di antara rapatnya kanopi hutan.

Ciri khas tubuh hijau terang, paruh oranye, bagian belakang kepala berwarna biru, serta ekor meruncing menjadi petunjuk penting bagi tim dalam memastikan identitas Lorikeet Berdahi Biru.

Sejak awal, tim ekspedisi memang menargetkan pencarian spesies langka tersebut, meski peluang menemukannya dinilai sangat kecil.

Baca Juga: Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Ekonomi Indonesia?

"Ketika Anda mencari burung yang hanya pernah didokumentasikan sekali dalam seabad terakhir, rasanya seperti peluang yang sangat kecil," kata John Mittermeier, direktur Pencarian Burung yang Hilang di kelompok konservasi American Bird Conservancy.

Lorikeet Berdahi Biru pertama kali dideskripsikan melalui tujuh spesimen yang dikumpulkan pada era 1920-an.

Setelah itu, burung ini menjadi salah satu misteri terbesar dunia perburungan Indonesia karena tidak pernah tercatat lagi selama hampir 90 tahun, meskipun berbagai pencarian telah dilakukan di kawasan hutan dataran rendah hingga menengah.

Barulah pada 2014 spesies tersebut kembali muncul lewat sebuah foto.

Selama bertahun-tahun, para peneliti menduga burung beo ini sebenarnya masih bertahan hidup, tetapi berada di wilayah pegunungan yang lebih tinggi dan sulit dijangkau manusia.

Kawasan dataran tinggi tempat spesies ini ditemukan memang nyaris tidak tersentuh hingga beberapa tahun terakhir, ketika pendaki lokal mulai membuka dan memetakan jalur menuju pegunungan tersebut.

Mittermeier menjelaskan medan di lokasi itu dipenuhi batu kapur curam, tebing terjal, bebatuan tajam, dan minim sumber air sehingga sangat sulit diakses.

"Tidak ada burung lain di pulau ini yang mirip dengan burung lorikeet, jadi ketika kami melihatnya, kami langsung tahu burung apa itu," kata Mittermeier.

"Kami melihat setidaknya sembilan ekor selama perjalanan," tambah Mittermeier.

James Eaton, pengamat burung yang ikut dalam ekspedisi tersebut, mengatakan hujan deras, batu kapur bergerigi, arus sungai kuat, dan ketiadaan jalur pendakian membuat siapa pun yang ingin mencapai puncak membutuhkan "alasan yang kuat - atau gila - untuk bahkan mencobanya."

"Burung inilah alasan kami melakukan hal itu," kata Eaton.

Usai melewati perjalanan berat selama sepekan, keberhasilan mengabadikan foto spesies yang mereka sebut sebagai “cawan suci” langsung menghapus seluruh rasa lelah.

"untuk benar-benar memotret 'cawan suci' kami tiba-tiba membuat semua kesulitan lenyap, itu adalah perasaan yang sangat dikenal oleh para pecandu adrenalin," kata Eaton.

Penemuan kembali Lorikeet Berdahi Biru menjadi hasil dari persiapan panjang yang telah dilakukan Eaton selama bertahun-tahun.

"Hal itu membuat semua riset, membaca, dan perencanaan, yang beberapa di antaranya memakan waktu bertahun-tahun, benar-benar terbayar, itu membuat Anda merasa hidup, sebuah pembenaran atas dedikasi Anda," kata Eaton.

Saat ini, Lorikeet Berdahi Biru masih masuk kategori Data Kurang dalam Daftar Merah IUCN.

Pada 2024, spesies tersebut juga ditetapkan sebagai burung hilang oleh Search for Lost Birds, kolaborasi global antara American Bird Conservancy, Re, dan BirdLife International.

Mittermeier menegaskan penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui jumlah populasi burung ini sekaligus ancaman yang mungkin membahayakan kelangsungan hidupnya.

"Temuan seperti ini adalah langkah pertama untuk dapat melindunginya," kata Mittermeier.

Bagi Eaton, penemuan kembali spesies langka itu menjadi pengingat bahwa alam masih menyimpan banyak keindahan dan kejutan yang belum diketahui manusia luas.

Di tengah derasnya kabar negatif yang terus muncul, Eaton mengatakan, "momen-momen kegembiraan dan penemuan ini merupakan pengingat yang baik tentang betapa indahnya dunia ini."

"Burung beo hijau kecil ini, sudah ada di sini jauh sebelum manusia menginjakkan kaki di pulau ini, sama seperti burung-burung yang hidup di kebun Anda di rumah - mereka lebih berhak berada di sini daripada Anda atau saya," pungkasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.