Banten

Indonesia Bersinar di WSIS Prizes 2026, 3 Inovasi Digital Ini Bikin Dunia Kagum

Viona Sebastian Nolani | 11 Juni 2026, 15:25 WIB
Indonesia Bersinar di WSIS Prizes 2026, 3 Inovasi Digital Ini Bikin Dunia Kagum
Wamenkomdigi Nezar Patria saat menerima audiensi nomine WSIS Prizes 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (10/06/2026). (DRA/Komdigi)

AKURAT BANTEN - Tiga inovasi digital asal Indonesia yang berfokus pada perluasan akses pendidikan, penguatan keamanan siber, dan penanggulangan hoaks berhasil meraih pengakuan internasional dalam ajang The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital Indonesia semakin mampu menghadirkan solusi konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut kualitas inovasi Indonesia yang masuk nominasi WSIS tahun ini menunjukkan perkembangan signifikan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pelayanan publik yang lebih efektif dan berdampak luas.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Proyek Mobil Nasional di Subang, Target Produksi 300 Ribu Unit per Tahun

“Saya melihat yang jadi nomine dan pemenang di WSIS tahun ini bobotnya makin kuat sejak tiga tahun terakhir,” ujar Wamen Nezar Patria saat menerima audiensi nomine WSIS Prizes 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Rabu (10/06/2026).

Dalam penyelenggaraan WSIS Prizes 2026, Indonesia sukses menempatkan tiga program unggulan ke dalam daftar 90 WSIS Champions 2026 yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Tiga inovasi tersebut meliputi Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta platform Rumah Pendidikan dan program Anugerah Bug Bounty yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Wamen Nezar menilai inovasi yang dikembangkan Kemdikdasmen maupun Pemprov DKI Jakarta memiliki dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik.

Baca Juga: Persiapan Haji 2027 Resmi Dimulai, Kemenhaj Siapkan Transformasi Besar Pelayanan Jemaah

Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah lain dalam menghadirkan layanan publik yang lebih responsif, mudah dijangkau, dan dekat dengan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Inisiatifnya sangat baik, sangat useful, juga impactful untuk mendorong transformasi digital dalam layanan publik,” tuturnya.

Salah satu inovasi yang mendapat sorotan adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks) yang dinilai semakin penting di tengah meningkatnya ancaman misinformasi dan disinformasi di ruang digital.

Wamen Nezar menegaskan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial generatif membuat hoaks kini semakin sulit dibedakan dengan informasi asli atau autentik.

“Hoaks makin lama makin canggih, terlebih dengan adanya generative AI. Bisa dibuat hoaks yang sangat mirip dengan sesuatu yang otentik,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai platform verifikasi informasi seperti Jalahoaks memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran informasi palsu.

Selain Jalahoaks, Wamen Nezar juga memberikan apresiasi terhadap program Anugerah Bug Bounty yang dinilai mampu memperkuat budaya keamanan siber nasional.

Program tersebut dinilai efektif melibatkan para white hacker dalam mengidentifikasi celah keamanan sistem sekaligus mendorong pemanfaatan kemampuan digital untuk aktivitas yang positif dan produktif.

“Kita bisa mendapat input soal kerentanan sistem yang kita bangun sekaligus mendidik generasi muda menggunakan kemampuannya untuk hal-hal yang positif,” katanya.

Sementara itu, platform Rumah Pendidikan disebut menjadi salah satu bukti komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem digital pendidikan yang terintegrasi guna memperluas akses layanan pendidikan bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.

Wamen Nezar berharap keberhasilan tiga inovasi digital Indonesia menembus WSIS Prizes 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan inovasi digital yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Kita bisa buktikan transformasi digital, adopsi teknologi yang advanced, sudah dilakukan di berbagai sektor di Indonesia,” tandasnya.

Ia juga berharap para pemenang maupun perwakilan inovasi Indonesia dapat hadir langsung dalam seremoni penyerahan penghargaan WSIS Prizes 2026 yang akan digelar di Geneva, Switzerland pada pekan pertama Juli 2026.

Pada ajang WSIS Prizes 2026 tahun ini, sebanyak 1.596 inovasi digital dari 122 negara ikut berpartisipasi.

Sebanyak 2,2 juta pemilih turut memberikan suara untuk menentukan inovasi digital terbaik dari seluruh peserta yang masuk nominasi.

Hasil pemungutan suara tersebut kemudian diverifikasi kembali oleh para pakar WSIS hingga akhirnya terpilih 90 champion, termasuk tiga champion yang berasal dari Indonesia.

Wamen Nezar berharap Indonesia mampu meraih kategori Winner WSIS Prizes 2026 yang hasil resminya akan diumumkan dalam WSIS Forum pada bulan depan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.