Banten

El Nino Godzilla Mengancam, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Viona Sebastian Nolani | 19 Juni 2026, 14:54 WIB
El Nino Godzilla Mengancam, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman
Keterangan Pers Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres

AKURAT BANTEN - Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Istana Merdeka pada Kamis, 18 Juni 2026.

Pertemuan tersebut membahas penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus kesiapan sektor pertanian dalam menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla.

Pemerintah menegaskan bahwa stok pangan nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

Usai pertemuan, Mentan Amran menyampaikan bahwa cadangan beras nasional hingga Juni 2026 berada di kisaran 5,2 juta ton.

Baca Juga: Program MBG Dievaluasi Total, BGN Ambil Langkah Strategis di Masa Libur Sekolah

Ia menilai jumlah tersebut masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan mendatang tanpa gangguan pasokan.

“Kemudian beras di hotel, rumah, restoran, itu kurang lebih 12,5 juta ton. Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya, itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan bulan April. Juli sampai April itu 10 bulan ke depan,” tambahnya.

Selain penguatan stok pangan, Amran juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai infrastruktur pertanian untuk mengantisipasi risiko El Nino Godzilla.

Langkah tersebut mencakup pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, program pompanisasi, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.

Baca Juga: Heboh Biaya Hak Siar Piala Dunia, DPR Minta TVRI Buka Data Secara Transparan

“Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, kemudian sumur dalam, kemudian pompanisasi, opla optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali, jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, Insyaallah untuk pangan aman,” jelasnya.

Di sektor peternakan, pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga telur melalui kerja sama lintas pihak, mulai dari peternak hingga Badan Gizi Nasional.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

“Kami langsung telpon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali termasuk ayam, sehingga harga mulai merangkak naik, dan itu kita sepakati semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah juga mempercepat program hilirisasi hortikultura, termasuk komoditas kopi, kelapa, dan tebu.

Di samping itu, penyaluran bantuan ke berbagai daerah terus dilanjutkan guna mempercepat pembangunan sektor pertanian nasional.

“Kami sudah lakukan bersama teman-teman di 2025, kita lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,” jelasnya.

“Kami berikan bantuan di sana tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp 5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan bantuan ini. Ini bantuan langsung ke rakyat. Dan ini bantuan, hibah, traktor, kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah,” pungkasnya.

Dengan penguatan cadangan pangan, pembangunan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan, serta dukungan langsung kepada petani, pemerintah menyatakan optimisme bahwa Indonesia mampu menghadapi ancaman El Nino Godzilla sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.