Banten

DPRD Kritik Keras Pembinaan Olahraga Kabupaten Serang Setelah Terlempar ke Posisi Terakhir di POPDA

David Amanda | 19 Juni 2026, 16:08 WIB
DPRD Kritik Keras Pembinaan Olahraga Kabupaten Serang Setelah Terlempar ke Posisi Terakhir di POPDA
DPRD Kritik Keras Pembinaan Olahraga Kabupaten Serang Setelah Terlempar ke Posisi Terakhir (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Hasil yang diraih Kabupaten Serang pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten 2026 menuai sorotan. Menempati posisi kedelapan atau juru kunci klasemen akhir, Pemerintah Kabupaten Serang dinilai tidak bisa hanya menuntut prestasi tanpa diiringi dukungan yang memadai kepada atlet.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Medi Subandi, menilai capaian delapan medali emas, 18 perak, dan 31 perunggu yang diperoleh kontingen Kabupaten Serang merupakan gambaran dari masih lemahnya sistem pembinaan olahraga pelajar di daerah tersebut.

Menurutnya, prestasi atlet tidak dapat dipisahkan dari kualitas pembinaan, fasilitas, pelatih, hingga dukungan anggaran yang diberikan pemerintah daerah.

Baca Juga: Bahlil Pastikan B50 Meluncur Juli 2026, Indonesia Siap Kurangi Ketergantungan Impor Diesel

"Jangan minta prestasi kalau atlet tidak difasilitasi. Prestasi tidak turun dari langit. Medali, rekor, dan gelar juara lahir dari proses pembinaan yang panjang, dukungan anggaran yang memadai, pelatih yang berkualitas, fasilitas yang layak, serta pemenuhan kebutuhan gizi atlet," ujar Medi, Kamis (18/6/2026).

Ia menegaskan, selama ini atlet Kabupaten Serang masih harus menghadapi berbagai keterbatasan saat menjalani persiapan menuju kejuaraan. Mulai dari sarana latihan yang belum memadai hingga waktu pembinaan yang relatif singkat dibandingkan daerah lain di Banten.

"Mulai dari fasilitas latihan yang belum memadai, pembinaan yang singkat, hingga dukungan anggaran yang dinilai jauh tertinggal dibandingkan daerah lain di Banten," katanya.

Baca Juga: Babak Baru Polemik Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi, Kuasa Hukum Protes

Medi mengungkapkan kondisi tersebut juga terjadi pada cabang olahraga pencak silat yang turut dibinanya. Ia mengaku harus mengeluarkan biaya pribadi untuk mendukung proses seleksi hingga pemusatan latihan atlet.

"Saya mengirim atlet silat dengan modal sendiri. Dimulai dari seleksi IPSI Cup 3, kemudian pembinaan hingga pemusatan latihan. Bahkan fokus pembinaan hanya berlangsung sekitar satu bulan. Sementara kabupaten dan kota lain sudah melakukan pembinaan selama hampir satu tahun penuh dengan dukungan APBD," ujarnya.

Tak hanya itu, keterbatasan dukungan juga terlihat dari jumlah atlet yang mendapat fasilitas dari pemerintah daerah. Pada ajang POPDA XII Banten, Dispora Kabupaten Serang hanya memfasilitasi lima atlet pencak silat, sementara total atlet yang diberangkatkan mencapai 25 orang beserta pelatih dan ofisial.

Baca Juga: Prediksi Skor Belanda vs Swedia: De Oranje Incar Tiket Fase Gugur, Alexander Isak Siap Jadi Ancaman

"Kuota dari Dispora hanya lima atlet. Padahal kami mengirim 25 atlet ditambah pelatih dan ofisial. Sebagian besar biaya berasal dari kantong pribadi dan bantuan sponsor seperti Bank BJB serta PT LCBI. Jadi bagaimana atlet mau berprestasi maksimal jika fasilitas dan dukungan saja harus dicari sendiri," katanya.

Medi menilai hasil yang diraih Kabupaten Serang seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan olahraga pelajar. Ia menegaskan, peningkatan prestasi tidak cukup hanya dengan memasang target medali saat kompetisi berlangsung.

"Kalau pemerintah daerah ingin melihat Kabupaten Serang naik peringkat dan meraih lebih banyak medali, maka investasi pada atlet harus dilakukan sejak awal. Jangan hanya menuntut hasil saat pertandingan, tetapi abaikan proses pembinaannya," pungkasnya.

Baca Juga: Program MBG Dievaluasi Total, BGN Ambil Langkah Strategis di Masa Libur Sekolah

Sebagai informasi, Kabupaten Serang menutup POPDA XII Banten 2026 di posisi terakhir klasemen dengan koleksi 8 medali emas, 18 perak, dan 31 perunggu. Sementara Kota Tangerang keluar sebagai juara umum dengan raihan 106 emas, 75 perak, dan 84 perunggu, disusul Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.