Letusan Gunung Semeru Sebabkan Penambang Pasir Luka Bakar 80 Persen, Begini Kronologinya

AKURAT BANTEN - Letusan Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (20/6/2026) mengakibatkan seorang penambang pasir mengalami luka bakar serius setelah terkena material vulkanik bersuhu tinggi di wilayah Jawa Timur.
Informasi tersebut disampaikan oleh pihak berwenang dan media setempat.
Menurut Mukdas Sofian, pengamat gunung api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi berlangsung sekitar empat menit dan memicu aliran piroklastik berupa campuran gas panas, abu vulkanik, serta pecahan batu yang meluncur dengan kecepatan tinggi dari puncak Gunung Semeru.
Korban bernama Very Irawan (33) dilaporkan mengalami luka bakar pada sekitar 80 persen bagian tubuhnya.
Baca Juga: PSI Tak Tinggal Diam, Balik Serang PDIP soal Polemik Ijazah Jokowi Singgung Fakta Masa Lalu
Saat ini ia menjalani perawatan intensif di rumah sakit, berdasarkan laporan media lokal.
Saudara korban, Aris Susanto, menjelaskan bahwa Irawan bersama beberapa rekannya sedang menambang pasir vulkanik hasil erupsi sebelumnya.
Namun, tumpukan material vulkanik yang tidak stabil mendadak runtuh ke aliran sungai dan memicu insiden tersebut.
Sementara itu, Kepala Kabupaten Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berulang kali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan di kawasan berbahaya sekitar Besuk Kobokan.
"Saya telah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan pertambangan di sektor Besuk Kobokan bagian tenggara dalam radius 13 kilometer," demikian kutipan pernyataannya.
Bagi masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Semeru, aktivitas penambangan pasir selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan utama yang menopang perekonomian keluarga.
Setiap kali terjadi erupsi, Gunung Semeru menghasilkan endapan pasir dan batu dalam jumlah besar yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta banyak dimanfaatkan oleh industri konstruksi di Indonesia.
Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.
Gunung ini juga termasuk salah satu gunung berapi paling aktif di Tanah Air.
Indonesia sendiri berada di kawasan "Cincin Api" Pasifik, yaitu jalur seismik aktif tempat bertemunya beberapa lempeng tektonik dunia, sehingga aktivitas gempa bumi dan letusan gunung berapi kerap terjadi di berbagai wilayah kepulauan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






