Banten

Bukan Sekadar Banyak Wisatawan, Ada Strategi Baru Agar Pariwisata Bali Lebih Berkelanjutan

Viona Sebastian Nolani | 22 Juni 2026, 17:34 WIB
Bukan Sekadar Banyak Wisatawan, Ada Strategi Baru Agar Pariwisata Bali Lebih Berkelanjutan
Broken Beach, satu tempat wisata populer di Nusa Penida, Bali. (Chaitanya Maheshwari /Unsplash)

AKURAT BANTEN - Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, meminta Pemerintah Provinsi Bali memiliki peta jalan (roadmap) yang terarah untuk melakukan transformasi sektor pariwisata, dari konsep pariwisata massal (mass tourism) menuju pariwisata berkualitas (quality tourism).

Menurutnya, perubahan strategi tersebut penting agar sektor pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Saran saya agar Pemprov Bali itu memiliki roadmap yang jelas untuk menggeser orientasi dari mass tourism menuju quality tourism. Sehingga melihat ekonomi yang diterima masyarakat meningkat namun tekanan terhadap lingkungan dapat dikurangi," ujar Aboe Bakar saat kunjungan kerja BKSAP DPR RI di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Bali, Jumat (19/6/2026).

Dalam agenda pertemuan yang turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster tersebut, politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan bahwa selama ini keberhasilan pariwisata kerap dinilai berdasarkan jumlah wisatawan yang datang.

Baca Juga: Terbongkar Dugaan Pola Kekerasan dalam Kasus Perempuan Bandung, Polisi Diminta Usut Hingga Tuntas

Namun, tren global mulai menunjukkan perubahan dengan banyak negara mengutamakan quality tourism yang lebih fokus pada kualitas pengalaman wisatawan serta keberlanjutan manfaat yang dirasakan masyarakat lokal.

Aboe Bakar menyebut Bali memiliki peluang besar untuk menjadi contoh pengembangan pariwisata berkualitas di kawasan Asia Pasifik.

Ia menegaskan, penguatan sektor pariwisata Bali membutuhkan investasi yang tidak hanya besar dari sisi nilai, tetapi juga memiliki kualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang.

"Oleh karenanya, yang dibutuhkan Bali bukan sekadar investasi yang besar, tetapi investasi yang berkualitas, ramah lingkungan, dan mampu menghasilkan transfer teknologi buat masyarakat lokal," tegasnya.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Bikin Resah, PLN Didesak Ungkap Akar Masalahnya

Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Bali agar menetapkan sektor-sektor unggulan yang dapat ditawarkan kepada mitra internasional.

Menurutnya, Bali tidak hanya berpotensi menjadi destinasi wisata dunia, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat pembelajaran global terkait pariwisata berkelanjutan.

Aboe Bakar menilai Bali dapat mengambil peran dalam membangun forum internasional yang mengangkat isu pariwisata berkelanjutan, ketahanan (resilience), hingga pelestarian budaya.

Forum tersebut dapat melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, parlemen, akademisi, hingga pelaku usaha dari berbagai negara.

"BKSAP mendukung upaya-upaya tersebut melalui jalur parlemen dan jejaring internasional yang kami miliki," jelas Aboe Bakar.

Melalui kunjungan kerja ke Provinsi Bali, BKSAP DPR RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dengan parlemen serta mitra internasional guna mendukung pengembangan quality tourism di Pulau Dewata.

Dengan langkah tersebut, sektor pariwisata Bali diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.