Bali Berduka: BNPB Tetapkan Status Darurat Bencana, Usai Banjir Bandang Merenggut 9 Nyawa

AKURAT BANTEN– Pulau Dewata, yang dikenal dengan keindahan pantainya, kini menghadapi duka mendalam. Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Bali telah merenggut sembilan korban jiwa.
Menyikapi kondisi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menetapkan status Darurat Bencana Banjir di seluruh Provinsi Bali selama satu pekan ke depan.
Keputusan ini diambil setelah serangkaian diskusi intensif antara BNPB dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Awalnya, status tanggap darurat direncanakan selama dua minggu, namun diperpendek menjadi satu minggu.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, di Denpasar.
Baca Juga: Teknologi Jadi Pedang Bermata Dua, Generasi Z Hadapi Risiko Kelelahan Digital
"Karena sigap bencananya ternyata tidak terlalu besar, maka akan diralat menjadi cukup satu minggu," jelasnya.
Status darurat ini bukan menandakan situasi yang genting atau di luar kendali. Sebaliknya, ini adalah langkah strategis yang membuka pintu bagi bantuan dari pemerintah pusat.
Suharyanto menegaskan bahwa penetapan status ini adalah syarat mutlak agar pemerintah daerah dapat menerima dukungan penuh untuk penanganan dampak bencana, termasuk bantuan dana dan logistik.
"Salah satu persyaratannya adalah pemerintah daerah meminta bantuan itu, suratnya ada namanya siaga darurat dan tanggap darurat," imbuhnya.
Baca Juga: Pemerintah Kebut Program Prioritas untuk Serap Jutaan Pekerja dalam Waktu Singkat
Dengan adanya status ini, penanganan korban dan pemulihan infrastruktur dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terkoordinasi.
Dampak dan Kerugian: 620 Jiwa Terdampak di 6 Kabupaten/Kota
Hujan deras yang mengguyur Bali sejak Selasa (9/9) telah memicu bencana di enam kabupaten/kota.
Data terbaru dari BNPB mencatat, setidaknya 202 kepala keluarga atau 620 jiwa terdampak langsung oleh banjir ini.
Korban jiwa tersebar di beberapa daerah, dengan rincian yang tragis:
- Denpasar: 5 orang tewas
- Jembrana: 2 orang tewas
- Gianyar: 1 orang tewas
- Badung: 1 orang tewas
Baca Juga: Masalah Gigi Masih Tinggi, Dokter Ingatkan Jangan Remehkan Perawatan Sejak Dini
Wilayah yang paling parah terdampak meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, Gianyar, Klungkung, Badung, dan Tabanan.
Saat ini, tim gabungan dari BNPB, BPBD, relawan, dan instansi terkait terus bekerja keras di lapangan untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada para korban (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










