Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026: Rekor Pecah, Kontras Karier Kian Terlihat Jelas

AKURAT BANTEN - Perdebatan tentang siapa yang lebih hebat antara Messi dan Ronaldo sebenarnya sempat dianggap selesai ketika Messi bersama tim nasional Argentina berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2022.
Namun, rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola itu kembali berlanjut saat keduanya disebut masih ambil bagian dalam apa yang diyakini sebagai Piala Dunia terakhir mereka pada 2026.
Messi yang akan genap berusia 39 tahun pada 24 Juni tampil luar biasa sejak awal Piala Dunia 2026.
Ia menunjukkan performa seperti masa kejayaannya, berperan sebagai motor serangan sekaligus penyelesai akhir yang tajam.
Baca Juga: Messi Pecahkan Rekor Gila di Piala Dunia! 2 Gol Lawan Austria Bikin Dunia Tercengang
Dengan catatan 5 gol dari 2 laga, Messi bahkan sukses memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia (18 gol) dan masih berpotensi terus menambah catatan emas dalam kariernya.
Di sisi lain, Ronaldo yang kini berusia 41 tahun justru mendapat sorotan negatif dari media dan sebagian fans Portugal yang menilai dirinya menjadi beban tim.
Situasi semakin memanas setelah hasil imbang 1-1 Portugal melawan Republik Demokratik Kongo, pertandingan ketika Ronaldo menerima kritik paling keras.
Bahkan, sejumlah pendukung fanatik melancarkan serangan kepada rekan setimnya dan menuding adanya upaya sabotase dengan alasan banyak pemain enggan mengoper bola kepadanya.
Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Rosan Ungkap Rencana Besar Pengelolaan Aset Negara
Istilah "fanatik" CR7 pun mencuat dalam perdebatan tersebut. Meski begitu, Ronaldo tetap bersikap tenang, menjaga fokus, dan berlatih bersama tim untuk persiapan laga melawan Uzbekistan pada 24 Juni.
Mandulnya Ronaldo di level tim nasional sebenarnya bukan hal baru.
Ia tercatat belum mencetak gol dalam 10 pertandingan terakhir di ajang besar seperti Piala Eropa dan Piala Dunia.
Jika kembali gagal mencetak gol saat menghadapi Uzbekistan, tekanan terhadap dirinya dipastikan akan semakin besar.
Situasi ini akan memperpanjang tren tanpa golnya di turnamen besar dan semakin memperjelas kontras dengan performa gemilang Messi bersama Argentina.
Media internasional pun diprediksi akan terus mengangkat perbandingan ini sebagai bukti semakin lebarnya jarak performa keduanya di penghujung karier.
Di media sosial, perdebatan antara kedua kubu dipastikan semakin panas. Pendukung Messi akan menganggap ini sebagai penegasan akhir dari rivalitas hampir dua dekade, sementara fans Ronaldo tetap membela idolanya dengan alasan kepemimpinan, pengaruh di ruang ganti, serta kontribusi non-gol yang ia berikan.
Namun dalam realitas sepak bola modern, penyerang tetap dinilai terutama dari jumlah gol yang mampu mereka ciptakan.
Dampaknya terhadap tim nasional Portugal juga cukup besar. Jika Ronaldo terus menjadi starter tanpa kontribusi gol yang signifikan, maka wacana perubahan peran dirinya akan semakin kuat.
Pelatih berpotensi mendapat tekanan untuk mengambil keputusan berbasis performa, bukan emosional.
Para pemain lain pun berada dalam dilema antara tetap memprioritaskan Ronaldo atau memilih strategi terbaik untuk tim secara keseluruhan.
Meski begitu, dengan kualitas dan pengalaman luar biasa yang dimilikinya, Ronaldo tetap memiliki peluang untuk membalikkan keadaan kapan saja.
Namun jika tren tanpa gol berlanjut, Piala Dunia 2026 bisa menjadi salah satu fase tersulit dalam kariernya dan mengancam ambisinya untuk tetap bersaing di level tertinggi.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Ronaldo menjawab tantangan besar ini.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






