Banten

Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026: Rekor Pecah, Kontras Karier Kian Terlihat Jelas

Viona Sebastian Nolani | 23 Juni 2026, 14:40 WIB
Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026: Rekor Pecah, Kontras Karier Kian Terlihat Jelas
Cristiano Ronaldo saat membela timnas Portugal di Piala Dunia 2026. (instagram/@cristiano)

AKURAT BANTEN - Perdebatan tentang siapa yang lebih hebat antara Messi dan Ronaldo sebenarnya sempat dianggap selesai ketika Messi bersama tim nasional Argentina berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2022.

Namun, rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola itu kembali berlanjut saat keduanya disebut masih ambil bagian dalam apa yang diyakini sebagai Piala Dunia terakhir mereka pada 2026.

Messi yang akan genap berusia 39 tahun pada 24 Juni tampil luar biasa sejak awal Piala Dunia 2026.

Ia menunjukkan performa seperti masa kejayaannya, berperan sebagai motor serangan sekaligus penyelesai akhir yang tajam.

Baca Juga: Messi Pecahkan Rekor Gila di Piala Dunia! 2 Gol Lawan Austria Bikin Dunia Tercengang

Dengan catatan 5 gol dari 2 laga, Messi bahkan sukses memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia (18 gol) dan masih berpotensi terus menambah catatan emas dalam kariernya.

Di sisi lain, Ronaldo yang kini berusia 41 tahun justru mendapat sorotan negatif dari media dan sebagian fans Portugal yang menilai dirinya menjadi beban tim.

Situasi semakin memanas setelah hasil imbang 1-1 Portugal melawan Republik Demokratik Kongo, pertandingan ketika Ronaldo menerima kritik paling keras.

Bahkan, sejumlah pendukung fanatik melancarkan serangan kepada rekan setimnya dan menuding adanya upaya sabotase dengan alasan banyak pemain enggan mengoper bola kepadanya.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Rosan Ungkap Rencana Besar Pengelolaan Aset Negara

Istilah "fanatik" CR7 pun mencuat dalam perdebatan tersebut. Meski begitu, Ronaldo tetap bersikap tenang, menjaga fokus, dan berlatih bersama tim untuk persiapan laga melawan Uzbekistan pada 24 Juni.

Mandulnya Ronaldo di level tim nasional sebenarnya bukan hal baru.

Ia tercatat belum mencetak gol dalam 10 pertandingan terakhir di ajang besar seperti Piala Eropa dan Piala Dunia.

Jika kembali gagal mencetak gol saat menghadapi Uzbekistan, tekanan terhadap dirinya dipastikan akan semakin besar.

Situasi ini akan memperpanjang tren tanpa golnya di turnamen besar dan semakin memperjelas kontras dengan performa gemilang Messi bersama Argentina.

Media internasional pun diprediksi akan terus mengangkat perbandingan ini sebagai bukti semakin lebarnya jarak performa keduanya di penghujung karier.

Di media sosial, perdebatan antara kedua kubu dipastikan semakin panas. Pendukung Messi akan menganggap ini sebagai penegasan akhir dari rivalitas hampir dua dekade, sementara fans Ronaldo tetap membela idolanya dengan alasan kepemimpinan, pengaruh di ruang ganti, serta kontribusi non-gol yang ia berikan.

Namun dalam realitas sepak bola modern, penyerang tetap dinilai terutama dari jumlah gol yang mampu mereka ciptakan.

Dampaknya terhadap tim nasional Portugal juga cukup besar. Jika Ronaldo terus menjadi starter tanpa kontribusi gol yang signifikan, maka wacana perubahan peran dirinya akan semakin kuat.

Pelatih berpotensi mendapat tekanan untuk mengambil keputusan berbasis performa, bukan emosional.

Para pemain lain pun berada dalam dilema antara tetap memprioritaskan Ronaldo atau memilih strategi terbaik untuk tim secara keseluruhan.

Meski begitu, dengan kualitas dan pengalaman luar biasa yang dimilikinya, Ronaldo tetap memiliki peluang untuk membalikkan keadaan kapan saja.

Namun jika tren tanpa gol berlanjut, Piala Dunia 2026 bisa menjadi salah satu fase tersulit dalam kariernya dan mengancam ambisinya untuk tetap bersaing di level tertinggi.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Ronaldo menjawab tantangan besar ini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.