Banten

Bupati Purwakarta Minta Maaf usai Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejad' Viral dan Tuai Kritik

Viona Sebastian Nolani | 2 Juli 2026, 21:30 WIB
Bupati Purwakarta Minta Maaf usai Lagu 'Lalaki Langit Lalanang Bejad' Viral dan Tuai Kritik
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein memberikan klarifikasi dan permintaan maaf terkait polemik lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad". (simedkom.purwakartakab.go.id)

AKURAT BANTEN - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, akhirnya angkat bicara terkait polemik lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" yang belakangan viral di media sosial.

Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan kisah perjalanan hidup pribadinya, bukan ditujukan untuk merendahkan pihak mana pun.

Penjelasan itu disampaikan Om Zein melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @omzein_bupatiaing, pada Kamis, 2 Juli 2026.

Menurutnya, lagu tersebut berawal dari sebuah puisi yang ditulis pada 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Baca Juga: KKB Diduga Bakar Pesawat AMA di Yahukimo, Pilot Warga AS Tewas

"Saya tidak bermaksud untuk memojokkan siapa pun dan tidak bermaksud mendeskreditkan siapa pun. Itu berawal dari sebuah puisi, dan kata-kata lagu itu saya buat tahun 2020," ujar Om Zein.

Ia menegaskan bahwa lagu tersebut merupakan karya yang lahir saat dirinya belum menjadi kepala daerah.

"Artinya, pada saat itu lagu tersebut dibuat oleh 'Om Zein'—seorang pengembara yang pada saat itu menurut saya sedang tersesat—bukan oleh Om Zein sebagai seorang Bupati, karena pada tahun 2020 saya belum menjadi Bupati," tuturnya.

Om Zein mengatakan setiap orang memiliki perjalanan hidup, kisah cinta, hingga proses spiritual yang berbeda-beda.

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Jenderal Polisi Aktif Jadi Tersangka Korupsi MBG, Diduga Atur Penjualan Ompreng

Baginya, lagu tersebut merupakan potret fase kehidupan yang pernah dialaminya.

"Perjalanan spiritual setiap orang itu berbeda-beda. Kisah hidup, cerita cinta, asmara, dan rumah tangga seseorang pun berbeda-beda. Termasuk cerita tentang pengembaraan hidup saya yang pada saat itu, menurut saya, masuk dalam kategori 'nakal'," lanjutnya.

Selain menyampaikan klarifikasi lewat video, Om Zein juga memberikan penjelasan melalui keterangan unggahan di Instagram.

Ia meminta masyarakat memahami keseluruhan lirik lagu, bukan hanya potongan yang beredar di media sosial.

Baca Juga: DJP Resmi Tunjuk Strava hingga Kling AI Pungut PPN 11 Persen, Pengguna Layanan Berbayar Kena Dampaknya

"Lagu saya yang berjudul 'Lalaki Langit Lalanang Bejad' itu murni cerita tentang kisah hidup diri saya sendiri. Coba bolak-balik baca syairnya secara utuh, jangan dipotong-potong ya, guys. Supaya tafsir dan maknanya tidak salah. Tapi jika ada pilihan kata yang dianggap bikin tidak nyaman bagi pihak tertentu, ya maafin deh," tulisnya.

Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" sebelumnya menjadi perbincangan luas setelah viral di berbagai platform media sosial.

Sejumlah pihak mengkritik sebagian liriknya karena dinilai merendahkan perempuan, mengandung stereotip negatif, serta tidak sejalan dengan semangat kesetaraan gender.

Kontroversi tersebut memicu beragam reaksi dari warganet.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia Defisit Pertama Kali dalam 6 Tahun, Dipicu Lonjakan Impor Migas

Banyak yang menilai seorang figur publik, terlebih kepala daerah, seharusnya lebih bijak dan berhati-hati dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui karya seni.

Melalui klarifikasi dan permohonan maaf tersebut, Om Zein berharap publik dapat melihat lagu ciptaannya secara utuh sesuai konteks pembuatannya.

Ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman dengan pilihan diksi dalam lirik lagu tersebut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.