Gercep! Resmi Jadi Kepala BGN, Sudaryono Pasang Badan dan Janji Sikat Habis Korupsi Serta Praktik 'Hanky Panky'

AKURAT BANTEN— Baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, langsung memasang kuda-kuda tegas.
Tak tanggung-tanggung, mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) ini mendeklarasikan kebijakan zero tolerance (tanpa toleransi) terhadap segala bentuk korupsi, penyimpangan, hingga praktik hanky panky (kongkalikong) di tubuh BGN.
Langkah drastis ini diambil demi mengamankan program Makan Bergizi Gratis (MBG)—yang menjadi salah satu program paling strategis dan grande di era pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sikat Habis "Copet-Copetan" Anggaran Negara
Dengan gaya bicaranya yang lugas, Sudaryono secara blak-blakan menyebut bahwa praktik-praktik kotor seperti korupsi, hanky panky, hingga "copet-copetan" anggaran adalah musuh utama yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia.
"Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya. Zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi dan hanky panky serta copet-copetan sebagaimana yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia," tegas Sudaryono usai pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Dar ini mengakui bahwa jabatan barunya memikul tanggung jawab yang luar biasa besar.
Mengingat BGN mengelola anggaran jumbo demi merealisasikan makan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lanjut usia di seluruh penjuru negeri, ia memastikan tidak boleh ada celah sekecil apa pun bagi pihak-pihak yang berniat mencari keuntungan pribadi.
Baca Juga: MEMBARA! Wali Kota New York Ancam Borgol Netanyahu, Donald Trump Langsung Ngamuk Pasang Badan!
Transparan dan Terang Benderang: "Tidak Boleh Ada yang Sembunyi-sembunyi!"
Guna menutup celah penyimpangan, Sudaryono langsung memprioritaskan pembenahan tata kelola (governance) di internal BGN.
Ia menekankan bahwa seluruh proses kerja ke depan harus dilakukan secara terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan secara akuntabel.
Era birokrasi yang lambat atau tertutup dipastikan bakal disulap menjadi sistem yang modern dan berbasis digital.
Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin kalau ada yang masih manual, bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada rekodnya, ujar Sudaryono.
"Dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi, segalanya harus terang benderang!" imbuhnya dengan nada tegas.
Wanti-Wanti: Jangan Jual Nama Sudaryono!
Menyadari posisinya yang strategis, Sudaryono juga langsung mengeluarkan peringatan keras (wanti-wanti) kepada pihak mana pun—baik kerabat, sahabat, maupun rekan—yang mencoba mencatut namanya demi memuluskan kepentingan atau proyek tertentu di BGN.
Ia memastikan tidak akan memberikan keistimewaan atau perlakuan khusus (special treatment) kepada siapapun yang mendekatinya demi urusan pekerjaan di luar prosedur yang sah.
"Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin menyelesaikan persoalan sesuai prosedur yang berlaku," tandasnya.
Ajak Publik Ikut Mengawasi
Meski berkomitmen penuh membawa BGN bersih dari praktik culas, Sudaryono menyadari bahwa lembaganya tidak bisa bekerja sendirian.
Ia membuka pintu seluas-luasnya bagi partisipasi publik, media, dan seluruh stakeholder untuk turut aktif mengawasi jalannya program MBG.
Jika masyarakat menemukan kejanggalan, praktik "hengki-pengki", atau oknum nakal di lapangan, Sudaryono tak segan-segan untuk langsung menyeretnya ke jalur hukum.
Langkah berani Sudaryono ini sontak menjadi sorotan publik luas. Bisakah ia membersihkan BGN dan mengawal program prioritas Presiden Prabowo ini tanpa kompromi?
Publik kini menanti pembuktian sang "sikat korupsi" di panggung Badan Gizi Nasional.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










