Belanja Tenaga Ahli Pemprov Banten Terus Naik di Tengah APBD yang Menyusut

AKURAT BANTEN - Di tengah tren penyusutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten dalam tiga tahun terakhir, alokasi belanja jasa tenaga ahli justru terus mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut menunjukkan arah belanja yang berbeda dengan kapasitas fiskal daerah yang terus menurun sejak 2024.
Berdasarkan dokumen APBD Provinsi Banten, anggaran belanja jasa tenaga ahli pada 2024 dialokasikan sekitar Rp38 miliar.
Setahun kemudian nilainya meningkat menjadi Rp52,38 miliar atau bertambah sekitar Rp14,38 miliar.
Peningkatan kembali terjadi pada APBD 2026. Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan Rp55,47 miliar untuk belanja jasa tenaga ahli atau naik sekitar Rp3,09 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, anggaran belanja jasa tenaga ahli meningkat lebih dari Rp17 miliar dalam kurun dua tahun atau sekitar 46 persen dibandingkan alokasi pada 2024.
Sementara itu, kondisi fiskal daerah justru bergerak ke arah sebaliknya. Nilai APBD Provinsi Banten terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2024, APBD Banten tercatat sebesar Rp11,73 triliun. Nilainya kemudian turun menjadi Rp10,50 triliun pada 2025 atau berkurang sekitar Rp1,23 triliun. Penurunan kembali terjadi pada 2026 saat APBD ditetapkan sebesar Rp10,27 triliun.
Dengan demikian, dalam rentang tiga tahun APBD Banten menyusut sekitar Rp1,46 triliun. Di saat yang sama, anggaran belanja jasa tenaga ahli justru terus bertambah setiap tahun.
Baca Juga: Siapa Penguasa Tunggal Kerugian Negara? Pakar UII Bongkar Polemik Kewenangan BPK vs BPKP
Belanja jasa tenaga ahli umumnya digunakan untuk mendukung penyusunan kebijakan, kajian teknis, konsultasi, penelitian, pendampingan program, hingga kebutuhan tenaga profesional yang belum tersedia dalam struktur aparatur sipil negara (ASN).
Di sisi lain, sebagian besar organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Banten telah memiliki aparatur yang menjalankan fungsi perencanaan, pengawasan, penelitian, hingga penyusunan kebijakan sesuai tugas dan fungsinya.
Dikonfirmasi mengenai peningkatan anggaran tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Mahdani, belum memberikan penjelasan.
"Nanti kita cek dulu," singkat Mahdani saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih menelusuri rincian penggunaan belanja jasa tenaga ahli pada masing-masing organisasi perangkat daerah, termasuk dasar pertimbangan kenaikan anggarannya di tengah tren penurunan APBD Provinsi Banten. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!











