Banten

Kronologi Prajurit TNI Prada Arif Budiman Tewas Ditikam 10 Kali Usai Cekcok Antrean Sate Taichan, Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka

Cristina Malonda | 28 Juli 2026, 16:04 WIB
Kronologi Prajurit TNI Prada Arif Budiman Tewas Ditikam 10 Kali Usai Cekcok Antrean Sate Taichan, Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka
Kronologi Prada Arif Budiman Tewas Ditikam 10 Kali Usai Cekcok Antrean Sate Taichan (Foto: istimewa)

AKURAT BANTEN – Kasus tewasnya prajurit TNI, Prada Arif Budiman Sampurna, di Jalan Raya Permata Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, akhirnya diungkap kepolisian.

Korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan brutal sebelum ditikam hingga 10 kali oleh para pelaku.

Peristiwa tragis yang terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026 itu disebut bermula dari persoalan sepele, yakni kesalahpahaman saat mengantre membeli sate taichan.

Baca Juga: Hoaks! Polda Metro Jaya Bantah Kabar Ajudan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tewas Ditembak

Namun, perselisihan tersebut berujung pada aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa korban.

Bermula dari Salah Paham Antrean Sate Taichan

Hasil penyelidikan polisi, termasuk pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi, mengungkap bahwa konflik dipicu saat korban dan kelompok pelaku sama-sama memesan sate taichan di sebuah warung.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan, kelompok pelaku telah memesan empat porsi sate taichan. Namun, korban mengira pesanan tersebut merupakan miliknya sehingga terjadi adu mulut.

Ketegangan pun meningkat hingga salah seorang pelaku diduga melayangkan pukulan pertama kepada korban. Insiden itu kemudian berkembang menjadi aksi kejar-kejaran yang berakhir dengan penusukan di jalan raya.

Baca Juga: Bongkar Siasat di Balik Penangkapan Kasat Narkoba Tangsel dan 6 Anak Buahnya oleh Bareskrim, Ini Kronologinya!

Korban Ditikam Sebanyak 10 Kali

Polisi mengungkap korban mengalami total 10 luka tusuk, terdiri dari lima tusukan di bagian depan tubuh dan lima tusukan di bagian belakang.

Menurut penyidik, tindakan kekerasan tersebut dipicu oleh emosi para pelaku setelah cekcok yang terjadi di lokasi penjual sate.

Setelah mendapat pukulan, Prada Arif berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan lokasi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki kemampuan berlari yang baik karena berlatar belakang sebagai atlet.

Baca Juga: Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap Bareskrim, Ini Profil dan Jejak Karier AKP Pardiman

Meski demikian, salah satu pelaku yang membawa senjata tajam tidak mampu mengejar korban dengan berjalan kaki. Pelaku kemudian menggunakan sepeda motor yang dikendarai rekannya untuk mengejar korban.

Setelah berhasil mendekat, pelaku diduga langsung melancarkan serangan menggunakan senjata tajam hingga korban terjatuh dan meninggal dunia.

Polisi menyebut lokasi awal pengeroyokan dengan titik ditemukannya korban berjarak sekitar 500 hingga 800 meter. Rekaman CCTV memperlihatkan korban sempat berlari cukup jauh sebelum akhirnya berhasil dikejar.

Baca Juga: Komisi XIII DPR Nilai Freeport Indonesia Penuhi Standar HAM, Jadi Contoh Tata Kelola Bisnis

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Mereka dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan dugaan peran masing-masing.

Kelompok pertama terdiri dari BR alias CL (36) dan MKN alias RL (27) yang diduga berperan mengejar korban.

Kelompok kedua yakni FNK alias SM (26), RRGB alias RN (22), dan AEL alias ER (22) yang diduga ikut mengejar sekaligus melakukan pemukulan terhadap korban.

Baca Juga: Tribun VIP Kejurnas Drift Speed Fest Purwokerto Ambruk, 90 Penonton Jadi Korban

Sementara itu, SS alias EM (39) masuk dalam kelompok ketiga karena diduga mengejar, memukul, serta mengambil telepon genggam milik korban.

Adapun kelompok keempat hanya berisi EYR alias EO (21) yang diduga menjadi pelaku penusukan setelah mengejar dan menganiaya korban.

Atas perbuatannya, ketujuh tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 262 ayat (4) KUHP mengenai pengeroyokan, serta Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan.

Polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus yang menewaskan prajurit TNI tersebut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.