Anggaran Internet Pemprov Banten Rp21,24 Miliar, Lebih Besar dari Bansos

AKURAT BANTEN - Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran Rp21,24 miliar untuk kebutuhan kawat, faksimili, internet hingga televisi berlangganan dalam APBD 2026.
Angka tersebut tercatat lebih besar dibandingkan anggaran bantuan sosial yang dialokasikan Pemprov Banten sebesar Rp18 miliar.
Besarnya anggaran komunikasi dan internet itu menjadi sorotan di tengah masih tingginya jumlah penduduk miskin di Banten.
Berdasarkan data BPS 2025, sebanyak 772.780 penduduk Banten tercatat masih berada dalam kategori miskin.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan akan mengecek terlebih dahulu rincian penggunaan anggaran tersebut.
"Nanti kita cek, nanti saya cek kebutuhannya dimana saja, karena sekolah-sekolah kita fasilitasi dan wilayah publik, nanti saya cek," kata Andra Soni saat di Konfirmasi di GOR Pedurenan, Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).
Sementara itu, Kepala Diskominfo Banten Beni Ismail menjelaskan, anggaran tersebut salah satunya digunakan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas internet di lingkungan Pemprov Banten.
Beni menyebut terdapat 53 titik bandwidth yang difasilitasi untuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit pelaksana teknis (UPT).
"Kita fasilitasi internetnya OPD termasuk UPT-UPT ya," ungkap Beni.
Selain jaringan untuk perkantoran pemerintahan, fasilitas internet juga diberikan kepada sekolah yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
Baca Juga: Fatal! Kesalahan Kecil Ini Bikin Timnas Indonesia Tersingkir Tragis di Piala AFF 2026
Menurut Beni, terdapat 135 titik internet yang difasilitasi untuk sekolah di lima kabupaten dan kota.
"Sekolah itu di lima Kabupaten Kota, kita fasilitasi berdasarkan usulan dari Dindikbud Banten," pungkasnya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana








