Bukannya Minta Maaf, Bupati Karo Malah Sebut Kasus Keracunan MBG Berastagi ‘Berita Baik’, Publik Geram!

AKURAT BANTEN– Gelombang amarah publik membuncah usai tragedi dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Kamis (13/8/2026).
Alih-alih menyampaikan permohonan maaf terbuka atau mengumumkan langkah tegas usut tuntas, Bupati Karo Antonius Ginting justru melontarkan pernyataan yang dinilai sangat minim empati.
Di tengah kepanikan orang tua dan deru sirene ambulans yang lalu lalang mengevakuasi para pelajar ke berbagai rumah sakit, Antonius justru mengklaim situasi darurat tersebut sebagai sebuah 'berita baik'.
Pernyataan Tanpa Empati yang Memantik Amarah
Sikap kontroversial pejabat nomor satu di Kabupaten Karo tersebut mencuat saat dirinya meninjau para korban di RS Amanda Berastagi.
Di hadapan awak media, Antonius berdalih bahwa kondisi para siswa yang dirawat tidak ada yang kritis, sehingga situasi tersebut patut dipandang dari sudut pandang positif.
Jadi, dari anak sekolah yang kemungkinan—ini masih kemungkinan—gejala keracunan, ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan. Semuanya kami lihat satu per satu. Ini berita baik, kalau pun ada sesuatu kejadian, berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik. — Antonius Ginting, Bupati Karo
Pernyataan yang menepis kepanikan warga dengan diksi 'berita baik' itu pun langsung memicu reaksi keras.
Banyak pihak menganggap sang bupati bersikap denial dan meremehkan penderitaan ratusan anak yang tengah merintih kesakitan akibat hidangan sekolah yang seharusnya bergizi.
Baca Juga: Galatasaray Tawar Gabriel Martinelli Rp900 Miliar, Arsenal Bisa Pecahkan Rekor Transfer 9 Tahun!
Realita di Lapangan: Korban Membengkak Tembus 289 Siswa
Sikap optimistis Pemkab Karo bertolak belakang dengan fakta mengerikan di lapangan.
Data terbaru dari Dinas Kominfo Kabupaten Karo mencatat, jumlah korban keracunan massal tersebut melonjak tajam hingga menyentuh angka 289 siswa.
Rincian Sebaran Korban Keracunan MBG Berastagi:
RSU Amanda Berastagi: 157 siswa (137 rawat inap, 20 rawat jalan)
RS Efarina Berastagi: 90 siswa
RSUD Kabanjahe: 35 siswa
RS Mina: 4 siswa
Puskesmas Berastagi: 3 siswa
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengonfirmasi bahwa para korban berasal dari beberapa sekolah terkemuka, antara lain SMAN 1 Berastagi (204 siswa), SMK Swasta Bersama (40 siswa), dan SMA Swasta Bersama (25 siswa).
Skala insiden yang masif ini telah layak dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Baca Juga: Gokil! Tiket Kereta KAI Cuma Dijual Rp 8 Saja, Siap-Siap War Sebelum Ludes!
'Mana Rasa Empati Pemimpin?'
Sontak saja, rekaman video pernyataan Bupati Karo dengan cepat menjalar di media sosial dan memanen ribuan komentar kecaman.
Warganet menilai seorang kepala daerah seharusnya menunjukkan rasa keprihatinan yang mendalam, meminta maaf atas kelalaian pengawasan dapur penyedia MBG, serta menjamin tindakan hukum tegas.
Padahal bisa memberi statement yang ada empatinya, seperti permintaan maaf dan janji evaluasi total. Kok malah dibilang berita baik?" — @adr*******e, Warganet
Ini seperti sudah KLB kalau sebanyak itu yang jadi korban. Ratusan anak masuk RS kok responnya santai begitu? — @lin****h, Warganet
Meskipun ada segelintir pihak yang beranggapan bahwa niat bupati hanya ingin menenangkan masyarakat agar tidak panik, sebagian besar publik sepakat bahwa pemilihan kata sang bupati sangat fatal dan mencederai perasaan para orang tua korban.
Tragedi keracunan massal di Berastagi ini kini menjadi pemicu desakan evaluasi total terhadap seluruh rantai pasok dan penyedia jasa katering program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, agar kesehatan serta keselamatan generasi penerus tidak lagi ditumbalkan.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana



