Banten

Bukannya Minta Maaf, Bupati Karo Malah Sebut Kasus Keracunan MBG Berastagi ‘Berita Baik’, Publik Geram!

Abdurahman | 14 Agustus 2026, 19:52 WIB
Bukannya Minta Maaf, Bupati Karo Malah Sebut Kasus Keracunan MBG Berastagi ‘Berita Baik’, Publik Geram!
Bupati Karo, Antonius Ginting sebut siswa yang diduga keracunan MBG di Berastagi dalam kondisi baik. (Instagram/kominfo_karo)

AKURAT BANTEN– Gelombang amarah publik membuncah usai tragedi dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada Kamis (13/8/2026).

Alih-alih menyampaikan permohonan maaf terbuka atau mengumumkan langkah tegas usut tuntas, Bupati Karo Antonius Ginting justru melontarkan pernyataan yang dinilai sangat minim empati.

Di tengah kepanikan orang tua dan deru sirene ambulans yang lalu lalang mengevakuasi para pelajar ke berbagai rumah sakit, Antonius justru mengklaim situasi darurat tersebut sebagai sebuah 'berita baik'.

Baca Juga: Gila-gilaan! Bruno Fernandes Diguyur Mega Transfer Arab Dan Eropa, Manchester United Langsung Kunci Jawaban!

Pernyataan Tanpa Empati yang Memantik Amarah

Sikap kontroversial pejabat nomor satu di Kabupaten Karo tersebut mencuat saat dirinya meninjau para korban di RS Amanda Berastagi.

Di hadapan awak media, Antonius berdalih bahwa kondisi para siswa yang dirawat tidak ada yang kritis, sehingga situasi tersebut patut dipandang dari sudut pandang positif.

Jadi, dari anak sekolah yang kemungkinan—ini masih kemungkinan—gejala keracunan, ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan. Semuanya kami lihat satu per satu. Ini berita baik, kalau pun ada sesuatu kejadian, berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik. — Antonius Ginting, Bupati Karo

Pernyataan yang menepis kepanikan warga dengan diksi 'berita baik' itu pun langsung memicu reaksi keras.

Banyak pihak menganggap sang bupati bersikap denial dan meremehkan penderitaan ratusan anak yang tengah merintih kesakitan akibat hidangan sekolah yang seharusnya bergizi.

Baca Juga: Galatasaray Tawar Gabriel Martinelli Rp900 Miliar, Arsenal Bisa Pecahkan Rekor Transfer 9 Tahun!

Realita di Lapangan: Korban Membengkak Tembus 289 Siswa

Sikap optimistis Pemkab Karo bertolak belakang dengan fakta mengerikan di lapangan.

Data terbaru dari Dinas Kominfo Kabupaten Karo mencatat, jumlah korban keracunan massal tersebut melonjak tajam hingga menyentuh angka 289 siswa.

Rincian Sebaran Korban Keracunan MBG Berastagi:

  • RSU Amanda Berastagi: 157 siswa (137 rawat inap, 20 rawat jalan)

  • RS Efarina Berastagi: 90 siswa

  • RSUD Kabanjahe: 35 siswa

  • RS Mina: 4 siswa

  • Puskesmas Berastagi: 3 siswa

Kepala Cabang Dinas Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengonfirmasi bahwa para korban berasal dari beberapa sekolah terkemuka, antara lain SMAN 1 Berastagi (204 siswa), SMK Swasta Bersama (40 siswa), dan SMA Swasta Bersama (25 siswa).

Skala insiden yang masif ini telah layak dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga: Gokil! Tiket Kereta KAI Cuma Dijual Rp 8 Saja, Siap-Siap War Sebelum Ludes!

'Mana Rasa Empati Pemimpin?'

Sontak saja, rekaman video pernyataan Bupati Karo dengan cepat menjalar di media sosial dan memanen ribuan komentar kecaman.

Warganet menilai seorang kepala daerah seharusnya menunjukkan rasa keprihatinan yang mendalam, meminta maaf atas kelalaian pengawasan dapur penyedia MBG, serta menjamin tindakan hukum tegas.

Padahal bisa memberi statement yang ada empatinya, seperti permintaan maaf dan janji evaluasi total. Kok malah dibilang berita baik?" — @adr*******e, Warganet

Ini seperti sudah KLB kalau sebanyak itu yang jadi korban. Ratusan anak masuk RS kok responnya santai begitu? — @lin****h, Warganet

Meskipun ada segelintir pihak yang beranggapan bahwa niat bupati hanya ingin menenangkan masyarakat agar tidak panik, sebagian besar publik sepakat bahwa pemilihan kata sang bupati sangat fatal dan mencederai perasaan para orang tua korban.

Tragedi keracunan massal di Berastagi ini kini menjadi pemicu desakan evaluasi total terhadap seluruh rantai pasok dan penyedia jasa katering program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Karo, agar kesehatan serta keselamatan generasi penerus tidak lagi ditumbalkan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman