Banten

Sejarah! FIFA Tunjuk Spanyol, Maroko dan Portugal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Azahra Kaulika Irawansyah | 5 Oktober 2023, 08:48 WIB
Sejarah! FIFA Tunjuk Spanyol, Maroko dan Portugal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

AKURAT BANTEN - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) membuat sejarah dengan menunjuk Spanyol, Maroko, dan Portugal sebagai tuan rumah bersama untuk Piala Dunia 2030.

Keputusan ini diumumkan dalam Kongres FIFA dan menandai pertama kalinya turnamen akan diselenggarakan di dua benua: Eropa dan Afrika.

"Dewan FIFA dengan suara bulat menyetujui bahwa satu-satunya keputusan yang akan menjadi tuan rumah dari Piala Dunia 2030 yakni gabungan dari Maroko, Portugal, dan Spanyol, dan lolos secara otomatis dari kualifikasi setelah selesainya proses penawaran yang berhasil dilakukan oleh FIFA dan keputusan Kongres FIFA pada 2024," kata FIFA dalam sebuah pernyataan dikutipn Kamis (5/10/20223).

Keputusan ini juga untuk menandai perayaan tahun ke-100 turnamen tersebut. Untuk merayakan momen ini, FIFA akan mengadakan upacara perayaan seratus tahun yang unik di Montevideo, Uruguay, serta tiga pertandingan awal di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Baca Juga: Keren! Piala Dunia U-17 di Indonesia Bakal Menerapkan VAR dan Teknologi Garis Gawang

Piala Dunia secara perdana digelar pada 1930 di Uruguay dan dimenangkan oleh tuan rumah setelah mereka mengalahkan Argentina di final di Montevideo.

Pertandingan pembuka dari tiga pertandingan ceremony ini akan dilangsungkan di Stadion Centenario, Montevideo, Uruguay, tempat pertama kali Piala Dunia berlangsung pada tahun 1930.

"Selain itu, setelah memperhitungkan konteks sejarah Piala Dunia FIFA pertama, Dewan FIFA selanjutnya setuju untuk menyelenggarakan upacara perayaan seratus tahun yang unik di ibukota negara Uruguay, Montevideo," lanjut pernyataan FIFA.

Keenam negara tuan rumah ini dipastikan akan memperoleh tiket lolos otomatis pada gelaran FIFA World Cup 2030, sebuah keputusan yang sesuai dengan tradisi turnamen ini.

Dengan keputusan ini, FIFA World Cup 2030 tidak hanya akan menjadi sebuah turnamen yang menghubungkan dua benua tetapi juga menjadi simbol dari bagaimana sepak bola dapat menjadi alat untuk mempersatukan dunia.

Turnamen ini diharapkan akan menjadi salah satu edisi paling berkesan dan bersejarah dalam kancah sepak bola dunia. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.