Banten

Ketum PSSI Erick Thohir Tinjau Persiapan GBK Jelang Laga Melawan Arab Saudi, Garuda ID Tekan Tiket Palsu!

Syahganda Nainggolan | 19 November 2024, 17:13 WIB
Ketum PSSI Erick Thohir Tinjau Persiapan GBK Jelang Laga Melawan Arab Saudi, Garuda ID Tekan Tiket Palsu!

AKURAT BANTEN - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyebut penggunaan Garuda ID di laga Timnas Indonesia melawan Jepang hari Jumat lalu, mampu menekan jumlah duplikasi tiket pertandingan. Diharapkan saat lawan Arab Saudi, Selasa (19/11/2024) lebih menurun lagi.

Ditemui media saat meninjau persiapan SUGBK jelang laga melawan Arab Saudi, Erick Thohir menyebut terjadi penurunan duplikasi tiket yang lumayan signifikan dari sebelumnya saat laga Australia ada 10 ribu tiket duplikasi menurun menjadi 2.500 tiket duplikasi.

Baca Juga: Polresta Tangerang Panggil Said Didu, Ini Pernyataan Apdesi Kabupaten Tangerang

"Terimakasih semuanya AFC, TNI, POLRI untuk kenyamanan dan keamanan pertandingan kemarin. Sebelumnya saat lawan Australia, banyak penonton berdiri dan ada 10 ribu duplikasi tiket, saat laga lawan Jepang turun ke 2.500 tiket duplikasi." ujarnya.

"Jadi ini prestasi yang luar biasa, tapi saya bilang saya bukan masalah komersilnya, bukan karena duplikasinya benar-benar, ini masalah keamanannya dan kita harus bisa ini menekan ya paling tidak di angka seribuan lah ya. Supaya benar-benar kalau ada apa-apa bisa kita jaga keamanannya," jelasnya.

Dan kemarin CCTV, lanjut Erick sudah berjalan dengan baik, face recognition juga kemarin sudah bisa mulai terlihat. Tetapi nanti di pertandingan bulan Maret antara web dengan sistem ini akan jadi satu. Jadi nanti antara tiketin dan kamera face recognition itu langsung kelihatan semuanya.

Baca Juga: Mahkamah Agung Putuskan Tak Ada Pelanggaran Etik Terhadap Majelis Hakim Kasus Ronald Tannur, Ini Penjelasan Lengkapnya!

"Bahkan kemarin ada kasus yang kita kemarin mau serahkan juga mengenai pencurian handphone kita juga terdeteksi dari mukanya lalu kita cocokkan dengan tiketnya orangnya kita tahu siapa. Jadi hal-hal ini yang membuat sebuah kenyamanan gitu," kata Erick lagi.

Dan evaluasi lainnya, lanjut Erick ya kembali kita juga nanti masalah makanan minuman kita sedang bicara dengan GBK.

Karena dua jam kalau mau minum susah kan kasian, kalau toilet saya lihat sudah cukup banyak cuman minuman mungkin kita lagi minta tolong kalau bisa dapat akses karena dua jam mereka di dalam perlu minum.

"Nah memang ada dua yang dilakukan penerapan apakah botolnya nggak usah boleh pakai tutup ya atau pakai plastik saya tapi lebih prefer botolnya tidak pakai tutup. Kalau plastik nanti sampah lagi ya," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.