Banten

PSSI Pecat Satoru Mochizuki Bukan Cuma Kasus Timnas Putri Gagal Lolos Piala Asia 2026?

Andi Syafriadi | 18 Juli 2025, 05:19 WIB
PSSI Pecat Satoru Mochizuki Bukan Cuma Kasus Timnas Putri Gagal Lolos Piala Asia 2026?

AKURAT BANTEN – Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, resmi dicopot dari jabatannya usai gagal membawa Garuda Pertiwi melangkah ke ajang Piala Asia Wanita 2026.

Kabar pencopotan ini telah dikonfirmasi langsung oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani, pada Rabu, 16 Juli 2025, di Jakarta.

Baca Juga: Timnas Masuk Grup B, Berikut Jadwal Lengkap Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Coach Mochi sekarang difokuskan untuk di development,” ujar Vivin Cahyani kepada awak media.

“Sudah keputusan juga dari Ketum (Ketua Umum PSSI) melalui koordinasi dengan Exco bahwa kita lihat jenjang yang lebih tinggi ya untuk Coach Mochi,” tambahnya.

Dengan ini, masa kepelatihan pelatih asal Jepang itu resmi berakhir, meski kontribusinya untuk sepak bola Indonesia disebut belum usai.

Mochizuki akan dialihkan ke posisi baru yang lebih strategis: membantu menyusun roadmap masa depan sepak bola putri Indonesia.

Keputusan ini diambil setelah penampilan Timnas Putri Indonesia dianggap tidak memenuhi ekspektasi di ajang kualifikasi Piala Asia Wanita 2026.

Meski memiliki skuad yang diisi beberapa pemain muda potensial, Garuda Pertiwi gagal menunjukkan performa yang konsisten selama babak kualifikasi.

PSSI pun melakukan evaluasi menyeluruh dan akhirnya memutuskan untuk melakukan penyegaran di posisi pelatih kepala.

Mochizuki, yang menjabat sejak 2023, sebelumnya diharapkan mampu meningkatkan level permainan Timnas Putri, namun belum mampu mengantarkan tim ke prestasi regional maupun kontinental.

Baca Juga: Aksi Comeback Epik! Timnas Voli Indonesia Tumbangkan Thailand dan Amankan Tiket 8 Besar

Meski tak lagi menangani tim utama, Mochizuki tetap dipertahankan dalam struktur organisasi PSSI.

Ia akan fokus membantu pengembangan sepak bola putri nasional, termasuk menyusun strategi jangka panjang melalui peta jalan (roadmap) yang kini menjadi prioritas federasi.

“Beliau akan dilibatkan dalam penyusunan blueprint pengembangan Timnas Putri. Kita butuh pengalaman dan kedisiplinan Coach Mochi,” ungkap Vivin.

Hal ini menunjukkan bahwa PSSI masih menghargai kontribusi dan pengalaman pelatih asal Jepang tersebut, khususnya dalam membentuk fondasi kuat untuk masa depan sepak bola wanita di Indonesia.

Siapa Pengganti Mochizuki?

Baca Juga: Pemerintah Kucurkan Dana Rp277 Miliar dari APBN untuk Timnas Indonesia, Begini Reaksi Warganet

Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait siapa yang akan menggantikan Mochizuki sebagai pelatih kepala Timnas Putri.

Namun PSSI memastikan proses rekrutmen akan dilakukan secara selektif demi mencari sosok yang tepat untuk membawa Garuda Pertiwi melangkah lebih jauh di kancah Asia dan internasional.

“Kami akan seleksi dengan matang. Timnas Putri harus lebih kompetitif dan punya identitas permainan yang kuat,” kata Vivin.

PSSI juga tengah mempertimbangkan pelatih lokal yang memiliki pengalaman dalam membina talenta muda dan mampu memahami kultur sepak bola wanita di Indonesia.

Ke depan, PSSI menyebut akan lebih serius dalam pembinaan berjenjang.

Tidak hanya pada level senior, tetapi juga membentuk tim usia muda yang lebih kompetitif.

Sejumlah agenda uji coba internasional dan pemusatan latihan juga tengah dipersiapkan untuk membangun kekompakan dan meningkatkan jam terbang para pemain muda.

“Gagal di Piala Asia jadi pelajaran besar. Tapi ini bukan akhir, justru momentum untuk bangun lebih baik,” pungkas Vivin.

Baca Juga: Kalah Telak 0-6 dari Jepang, Simon Tahamata: Ini Menyakitkan, Tapi Harus Tetap Dukung Timnas!

Dengan restrukturisasi dan dukungan penuh federasi, harapan terhadap Timnas Putri Indonesia tetap tinggi.

Masyarakat kini menanti wajah baru yang akan membawa semangat dan arah baru untuk Garuda Pertiwi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.