Banten

Debut Rahmat di All England 2026, Rian Ardianto Minta Rekannya Bermain Tanpa Beban

Riski Endah Setyawati | 6 Maret 2026, 09:39 WIB
Debut Rahmat di All England 2026, Rian Ardianto Minta Rekannya Bermain Tanpa Beban
Ilustrasi Debut Rahmat di All England 2026, Rian Ardianto Minta Rekannya Bermain Tanpa Beban (Istimewa)

Akurat Banten - Pasangan ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat memulai perjalanan mereka di turnamen bulu tangkis All England Open 2026 dengan hasil positif.

Kemenangan tersebut sekaligus menandai momen spesial bagi Rahmat yang untuk pertama kalinya tampil di turnamen bulu tangkis paling bergengsi dan tertua di dunia tersebut.

Rian Ardianto pun memberikan pesan khusus kepada pasangannya agar tidak terbebani oleh ekspektasi besar selama bertanding di ajang prestisius itu.

Menurut Rian, Rahmat sebaiknya menikmati setiap pertandingan dan bermain dengan mental tanpa tekanan agar dapat menunjukkan performa terbaiknya.

Baca Juga: Bayi Diduga Dibuang di Depan SD Tarakanita Kebayoran Baru, Polisi Ungkap Usianya Baru Sekitar Tujuh Hari

Ia menilai pendekatan bermain santai justru akan membantu Rahmat tampil lebih lepas di lapangan.

"Pesan buat Rahmat karena ini turnamen All England pertamanya pasti harus nothing to lose. Tidak ada yang tidak mungkin walaupun kami juga datang di sini bukan sebagai unggulan," kata Rian.

Pasangan Indonesia tersebut berhasil membuka langkah di All England dengan kemenangan meyakinkan atas wakil Taiwan Liu Kuang Heng dan Yang Po Han.

Pertandingan babak 32 besar itu berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, pada Kamis waktu Indonesia Barat.

Rian dan Rahmat sukses menundukkan pasangan Taiwan tersebut dalam dua gim langsung dengan skor 21-10 dan 21-16.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Jakarta yang Seru dan Instagramable, Nomor 4 Paling Ramai Saat Ramadan!

Sejak awal laga, pasangan Indonesia terlihat mampu mengendalikan permainan dan menekan lawan melalui serangan cepat.

Rian menjelaskan bahwa mereka telah melakukan persiapan khusus dengan mempelajari gaya permainan lawan sebelum pertandingan dimulai.

Menurutnya, pasangan Taiwan dikenal memiliki kecepatan permainan serta kekuatan pukulan yang cukup berbahaya.

Karena itu, mereka berusaha mengantisipasi hal tersebut sejak awal pertandingan.

"Pasangan Taiwan biasanya punya speed dan power yang sangat baik, jadi kami sudah antisipasi dari awal," ujar Rian.

Strategi yang disiapkan ternyata berjalan cukup efektif sehingga mereka mampu mengontrol jalannya pertandingan.

Selain itu, Rian juga melihat adanya situasi yang cukup menguntungkan bagi pasangan Indonesia selama laga berlangsung.

Ia memperhatikan salah satu pemain Taiwan, Yang Po Han, tampak tidak bergerak dengan leluasa di lapangan.

Kondisi tersebut membuat pasangan Indonesia bisa lebih percaya diri dalam mengembangkan permainan.

Baca Juga: Prabowo Gelar Silaturahmi Ramadan dengan Ulama dan Pimpinan Ormas Islam di Istana

"Kami juga melihat ada pergerakan yang kurang nyaman dari Yang Po Han dan itu cukup menguntungkan kami," kata Rian.

Sementara itu, Rahmat Hidayat mengakui bahwa dirinya sempat merasakan ketegangan saat menjalani debut di turnamen All England.

Sebagai pemain yang baru pertama kali tampil di ajang tersebut, rasa gugup memang tidak bisa sepenuhnya dihindari.

Namun Rahmat berusaha menenangkan diri dengan cara tidak terlalu memikirkan tekanan yang ada.

Ia memilih untuk fokus pada permainan dan menikmati setiap momen pertandingan.

"Ini All England pertama untuk saya, pasti ada rasa nervous. Tapi kalau dipikirkan terus malah jadi beban, jadi saya mencoba mengalir saja dan memberikan yang terbaik," kata Rahmat.

Rahmat mengungkapkan bahwa bisa tampil di All England merupakan salah satu impian besar dalam perjalanan kariernya sebagai atlet bulu tangkis.

Baca Juga: 'Tolong Anggap Anak Sendiri': Surat Pilu Bocah 12 Tahun yang Tinggalkan Adiknya di Gerobak Nasi Uduk

Turnamen tersebut memiliki sejarah panjang dan selalu menjadi panggung bergengsi bagi para pemain terbaik dunia.

Karena itu, ia merasa sangat bersyukur akhirnya mendapat kesempatan tampil di ajang tersebut.

Meski demikian, Rahmat menegaskan dirinya tetap ingin menjaga fokus dan tidak terlalu terbawa emosi.

Ia memang memiliki keinginan besar untuk meraih gelar juara di turnamen ini.

Namun ia menyadari bahwa perjalanan menuju gelar tersebut tidak mudah dan harus dijalani dengan penuh kesabaran.

"Ini salah satu impian saya. Pastinya mau juara di sini, tapi tidak boleh terlalu menggebu-gebu," ujarnya.

Kemenangan pada babak pertama membuat pasangan Rian dan Rahmat berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar All England Open 2026.

Langkah mereka berikutnya tentu tidak akan mudah karena lawan yang menunggu memiliki kualitas permainan yang kuat.

Meski demikian, Rian menegaskan bahwa dirinya dan Rahmat harus selalu siap menghadapi siapa pun yang akan menjadi lawan di pertandingan selanjutnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga fokus dan memberikan performa maksimal di setiap laga.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Jakarta yang Seru dan Instagramable, Nomor 4 Paling Ramai Saat Ramadan!

"Mau lawan siapa pun harus selalu siap dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan," kata Rian.

Pada babak 16 besar nanti, pasangan Indonesia tersebut dijadwalkan menghadapi ganda putra unggulan kedelapan asal Malaysia, Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin.

Pasangan Malaysia itu sebelumnya juga meraih kemenangan meyakinkan atas wakil Jepang Kakeru Kumagai dan Hiroki Nishi.

Dalam pertandingan tersebut, Goh dan Izzuddin menang dua gim langsung dengan skor 21-10 dan 21-15.

Pertemuan antara pasangan Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama tampil impresif pada laga pembuka.

Rian dan Rahmat pun diharapkan mampu menjaga momentum positif demi melangkah lebih jauh di turnamen All England 2026.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.