Pendapatan Sewa GOR dan Lapangan di Tangerang Tembus Rp2,5 Miliar, Naik Berkat Aplikasi Tangerang LIVE

AKURAT BANTEN - Upaya digitalisasi layanan publik di Kota Tangerang mulai menunjukkan hasil nyata. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mencatat, pendapatan dari penyewaan Gedung Olahraga (GOR) dan lapangan melalui aplikasi Tangerang LIVE sepanjang tahun 2025 ini telah menembus angka Rp2,5 miliar.
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp2,1 miliar.
Kenaikan ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap pemanfaatan fasilitas olahraga milik pemerintah daerah.
Baca Juga: TRAGIS! Diduga Jatuh Dari Lantai 6, Karyawan Universitas Widyatama Bandung Ditemukan Tewas
“Tahun ini sudah mencapai Rp2,5 miliar, meningkat cukup pesat dibandingkan tahun lalu. Ini jadi bukti bahwa sistem digitalisasi penyewaan lewat aplikasi Tangerang LIVE makin dipercaya masyarakat,” ujar Kaonang di Tangerang, Kamis (30/10).
Ia menambahkan, saat pertama kali fitur penyewaan fasilitas olahraga diluncurkan pada tahun 2021, pendapatannya bahkan belum mencapai Rp100 juta. Saat itu, sistem masih dalam tahap perkenalan kepada publik.
Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kemudahan digital, angka tersebut melonjak tajam.
Baca Juga: Trump dan Xi Bertemu di Korsel, Awal dari Babak Baru Hubungan Dagang AS–China?
Pada tahun 2022, pendapatan dari sewa fasilitas olahraga meningkat drastis menjadi Rp723 juta. Lalu di tahun 2023, angkanya kembali naik hingga menembus Rp1,5 miliar. Kini, pada 2025, rekor baru kembali tercipta dengan total pendapatan Rp2,5 miliar.
Peningkatan ini juga tidak lepas dari kemudahan yang ditawarkan aplikasi Tangerang LIVE melalui fitur TimSport. Fitur tersebut memudahkan warga dalam mencari, memesan, dan membayar sewa GOR atau lapangan olahraga secara daring.
Pengguna bisa melihat ketersediaan jadwal, melakukan reservasi, hingga menyelesaikan pembayaran lewat virtual account atau kode QRIS tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Selain mempermudah masyarakat, sistem digital ini juga membantu pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan akurasi pendapatan daerah. Semua transaksi tercatat secara otomatis sehingga meminimalkan potensi kebocoran anggaran atau penyalahgunaan fasilitas publik.
Kaonang berharap, ke depan sistem ini bisa dikembangkan lebih luas dengan menambah jenis fasilitas yang bisa disewa, seperti kolam renang, lapangan tenis, hingga studio senam.
Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk berolahraga dan pemerintah dapat terus mendorong gaya hidup sehat melalui sarana yang mudah diakses.
Baca Juga: Dugaan Suap Rp20 Juta per Kontainer Bikin Geger, Pengawasan Bea Cukai di Impor Pakaian Bekas Disorot
Keberhasilan Dispora Tangerang ini sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana transformasi digital di sektor pelayanan publik bisa berdampak langsung pada efisiensi, pendapatan, dan kepuasan masyarakat.
Kota Tangerang kini tak hanya dikenal sebagai kota seribu industri, tetapi juga mulai menonjol sebagai kota dengan layanan digital yang inklusif dan ramah bagi warganya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








