Banten

Duka dari Malang hingga Bali: Mantan Kapten Perseden Denpasar dan Legenda Arema Tutup Usia

Saeful Anwar | 19 Januari 2026, 09:03 WIB
Duka dari Malang hingga Bali: Mantan Kapten Perseden Denpasar dan Legenda Arema Tutup Usia

 

AKURAT BANTEN– Kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia. Salah satu sosok setia y ang mendedikasikan hidupnya untuk lapangan hijau, khususnya bagi Arema FC dan publik sepak bola Bali, telah berpulang.

Asisten Pelatih Arema FC, Siswa Yuliyanto, menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Singo Edan.

Bukan sekadar staf kepelatihan, sosok almarhum adalah saksi bisu pasang surutnya prestasi Arema FC dalam beberapa tahun terakhir.

Kepergiannya yang mendadak mengejutkan banyak pihak, terutama para pemain yang selama ini didampinginya di pinggir lapangan.

Baca Juga: Jerit Histeris di Balik Megahnya Proyek Alam Sutera: Sengketa Lahan Berujung Dugaan Penganiayaan Warga

Jejak Emas di Pulau Dewata: Sang Mantan Kapten Perseden

Bagi publik sepak bola Bali, nama Siswa Yuliyanto bukanlah sosok asing.

Sebelum mendedikasikan dirinya di kursi kepelatihan, ia adalah bek tangguh yang pernah mengomandoi lini pertahanan Perseden Denpasar.

Identitas Perseden: Almarhum pernah menjadi bagian penting dari skuad Laskar Saga Muda.

Koneksi Emosional: Kehadirannya di Perseden membuat namanya harum di mata suporter Bali, menjadikannya jembatan emosional antara sepak bola Jawa Timur dan Bali.

Baca Juga: Tak Lagi Teriak 'Curhat Dong', Mamah Dedeh Terbaring Lemah di RS, Ternyata Ini Penyakit yang Diidapnya

Dedikasi Tanpa Batas untuk Arema FC

Di Arema FC, Siswa Yuliyanto dikenal sebagai sosok yang disiplin namun kebapakan. Ia berperan penting dalam membantu pelatih kepala meramu strategi dan menjaga mentalitas pemain di ruang ganti.

 

Manajemen Arema FC menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa atas dedikasi almarhum yang tak terhitung nilainya.

"Beliau adalah bagian dari keluarga kami. Komitmennya untuk Arema FC tidak perlu diragukan lagi," ungkap perwakilan manajemen dalam nada penuh duka.

Baca Juga: HEBOH di Transjakarta! Dua Pria Nekat Berbuat Asusila di Tengah Penumpang, Cairan Mencurigakan Jadi Bukti

Mengapa Kepergiannya Begitu Terasa?

Ada beberapa alasan mengapa sosok Siswa Yuliyanto sangat dihormati di kancah Liga 1:

Loyalitas Tinggi: Bertahan dalam berbagai kondisi klub, baik saat berjaya maupun saat menghadapi masa sulit.

Mentor Pemain Muda: Dikenal telaten dalam membimbing pemain muda dari akademi untuk menembus skuad utama.

Figur Rendah Hati: Jarang tersorot kamera, namun kerjanya di balik layar menjadi kunci stabilitas tim.

Baca Juga: MISTERI DI LANGIT MAROS: Daftar Lengkap 11 Orang di Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak

Penghormatan Terakhir untuk Sang Legenda

Kepergian Siswa Yuliyanto menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti loyalitas dalam olahraga.

Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai klub Liga 1, mantan rekan setim, hingga para suporter yang merasa kehilangan sosok "Pak Sis".

Kini, peluit panjang telah berbunyi bagi Siswa Yuliyanto. Selamat jalan, Coach. Dedikasimu akan selalu abadi dalam sejarah Arema FC dan Perseden Denpasar. Rest in Peace (**) 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman