Banten

Dari Kehilangan Harry Kane hingga Krisis Besar, Tottenham Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Aullia Rachma Puteri | 13 Mei 2026, 16:06 WIB
Dari Kehilangan Harry Kane hingga Krisis Besar, Tottenham Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Tottenham Hotspur yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Akurat Banten - Keputusan Harry Kane meninggalkan Tottenham Hotspur beberapa musim lalu awalnya memang dianggap sebagai akhir dari sebuah era besar di London Utara, tetapi sedikit yang menyangka bahwa kepergian sang striker perlahan juga akan membuka periode paling sulit bagi Spurs dalam beberapa tahun terakhir.

Klub yang sempat rutin bersaing di papan atas Premier League dan bahkan pernah mencapai final UEFA Champions League Final itu kini justru harus menghadapi tekanan besar karena performa mereka terus menurun hingga mulai terseret ke papan bawah klasemen.

Banyak pencinta sepak bola Inggris mulai bertanya-tanya apakah Tottenham benar-benar kehilangan arah setelah ditinggal Kane. Sebab meski Spurs masih memiliki beberapa pemain berkualitas dan stadion megah yang menjadi salah satu terbaik di Eropa.

Mereka juga terlihat kesulitan menemukan identitas permainan yang stabil sejak kepergian pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub tersebut.

Baca Juga: Manchester City Mulai Ketakutan Kehilangan Rodri, Guardiola Sampai Angkat Bicara

Selama bertahun-tahun, Kane bukan hanya mesin gol Tottenham, tetapi juga simbol stabilitas di tengah berbagai perubahan yang terjadi di klub.

Ketika pelatih datang dan pergi, ketika performa tim naik turun, hingga saat Spurs beberapa kali gagal meraih trofi, Kane tetap menjadi sosok yang menjaga daya saing mereka di level tertinggi.

Bahkan dalam musim-musim yang buruk sekalipun, Tottenham masih mampu bertahan di papan atas karena memiliki pemain yang hampir selalu bisa mencetak gol dalam situasi apa pun.

Namun sejak Kane pergi, Tottenham terlihat kehilangan fondasi utama mereka. Produktivitas gol menurun, permainan menjadi tidak konsisten, dan tekanan terhadap lini belakang semakin besar karena tim tidak lagi memiliki sosok yang mampu mengubah jalannya pertandingan secara instan.

Baca Juga: Timnas U17 Tumbang dari Jepang, Namun Garuda Muda Dinilai Punya Masa Depan Cerah

Masalah Spurs sebenarnya bukan hanya soal kehilangan gol dari Kane. Yang jauh lebih terasa adalah hilangnya kepemimpinan dan rasa percaya diri yang dulu selalu hadir ketika sang striker berada di lapangan.

Dalam banyak pertandingan musim ini, Tottenham terlihat mudah kehilangan kontrol ketika mendapat tekanan dari lawan, sesuatu yang jarang terjadi ketika Kane masih menjadi pusat permainan mereka.

Situasi tersebut semakin diperparah oleh pergantian pelatih dan arah proyek klub yang terlihat belum benar-benar jelas.

Tottenham terus mencoba membangun ulang skuad dengan pemain-pemain muda dan pendekatan baru, tetapi proses tersebut belum memberikan hasil yang cukup stabil untuk membawa mereka kembali bersaing dengan klub-klub elite Inggris lainnya.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo di Ambang Akhiri Puasa Gelar Liga Bersama Al Nassr, Momen Bersejarah Bisa Terjadi Pekan Depan

Beberapa pengamat bahkan mulai menyebut Spurs sedang mengalami krisis identitas. Mereka tidak lagi memiliki karakter permainan sejelas era Mauricio Pochettino, tetapi juga belum menemukan formula baru yang benar-benar berhasil di level kompetitif Premier League yang semakin ketat setiap musimnya.

Ancaman terbesar bagi Tottenham sekarang bukan hanya soal gagal lolos ke kompetisi Eropa, melainkan bagaimana mereka perlahan mulai kehilangan aura sebagai klub papan atas Inggris.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, Spurs terlihat kesulitan menghadapi tim-tim yang secara kualitas seharusnya bisa mereka kalahkan. Kondisi tersebut membuat tekanan dari suporter semakin besar dan kritik terhadap manajemen klub terus meningkat.

Yang membuat situasi ini terasa ironis adalah Tottenham sebenarnya memiliki fasilitas modern, kekuatan finansial cukup besar, dan basis penggemar yang luar biasa. Namun semua hal itu belum cukup untuk menutupi fakta bahwa mereka masih kehilangan sosok sentral yang dulu menjadi wajah utama klub selama lebih dari satu dekade.

Baca Juga: Lionel Messi Bongkar Fakta Rivalitas dengan Cristiano Ronaldo, Ternyata Tak Seperti Dugaan Banyak Orang

Kini pertanyaan besar mulai muncul di kalangan pencinta sepak bola Inggris: apakah Tottenham hanya sedang mengalami masa transisi biasa, atau justru benar-benar kehilangan arah sejak Harry Kane memutuskan pergi?

Jika Spurs tidak segera menemukan identitas baru mereka, ancaman keterpurukan yang lebih dalam tampaknya bukan lagi sesuatu yang mustahil terjadi di London Utara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.