Manchester City Belum Menyerah, Perebutan Gelar Premier League Kini Makin Gila

AKURAT BANTEN - Persaingan gelar Premier League musim 2025/2026 tampaknya masih jauh dari kata selesai setelah Manchester City kembali menunjukkan mental juara mereka lewat kemenangan penting atas Crystal Palace F.C..
Ketika banyak orang mulai merasa perburuan trofi liga perlahan mengarah ke Arsenal, tim asuhan Pep Guardiola justru kembali menghidupkan tekanan dan membuat persaingan di papan atas berubah semakin panas menjelang akhir musim.
Kemenangan 3-0 atas Crystal Palace bukan hanya soal tambahan tiga poin bagi Manchester City, tetapi juga menjadi pernyataan bahwa mereka belum siap menyerahkan mahkota Premier League begitu saja.
City tampil dominan sepanjang pertandingan meski Guardiola melakukan beberapa rotasi penting demi menjaga kebugaran pemain menghadapi jadwal padat akhir musim.
Baca Juga: Dari Wonderkid Jadi Bintang Utama, Lamine Yamal Kini Wajah Baru Barcelona
Bahkan tanpa tampil dengan kekuatan penuh, City tetap terlihat sangat berbahaya dan mampu mengontrol jalannya laga dengan penguasaan bola yang sangat dominan.
Salah satu pemain yang paling mendapat sorotan dalam pertandingan tersebut adalah Phil Foden. Gelandang serang asal Inggris itu tampil luar biasa dan menjadi pusat kreativitas permainan City dengan kontribusi assist penting serta permainan yang sangat hidup di lini depan.
Dalam beberapa pekan terakhir, Foden memang mulai terlihat sebagai sosok yang mampu mengambil tanggung jawab besar di tengah tekanan perebutan gelar.
Selain Foden, kedalaman skuad Manchester City kembali menjadi pembahasan utama banyak pengamat sepak bola Inggris.
Ketika beberapa pemain inti harus diistirahatkan atau mengalami masalah kebugaran, City tetap mampu menurunkan pemain dengan kualitas tinggi yang tetap cocok dengan sistem permainan Guardiola.
Situasi itulah yang membuat banyak rival mulai khawatir karena Manchester City tampak masih memiliki energi besar untuk menekan hingga pekan terakhir musim.
Yang membuat persaingan gelar musim ini semakin menarik adalah bagaimana Arsenal kini mulai merasakan tekanan psikologis yang berbeda dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Jika sebelumnya The Gunners terlihat nyaman di puncak klasemen, kini jarak poin yang semakin tipis membuat setiap pertandingan terasa seperti final.
Manchester City dikenal sebagai tim yang sangat berbahaya ketika memasuki fase akhir musim, dan sejarah beberapa musim terakhir menunjukkan mereka hampir selalu tampil lebih konsisten dibanding rival-rivalnya dalam momen penentuan.
Pep Guardiola sendiri tampak mulai memainkan “mode akhir musim” yang selama ini sering membuat City sulit dihentikan.
Rotasi pemain berjalan efektif, tempo permainan tetap tinggi, dan mental juara mereka perlahan kembali terlihat dalam pertandingan-pertandingan penting.
Bahkan ketika performa mereka sempat dianggap menurun beberapa bulan lalu, City ternyata tetap mampu menjaga posisi mereka dalam jalur perebutan gelar.
Baca Juga: Prediksi Skor Man City vs Crystal Palace: Etihad Panas, Haaland Mengamuk Lagi?
Menariknya lagi, tekanan besar kini justru perlahan berpindah ke Arsenal. Setiap kemenangan Manchester City membuat situasi klasemen semakin menegangkan dan membuka kemungkinan drama besar hingga pekan terakhir Premier League.
Para pendukung Arsenal tentu mulai menyadari bahwa City adalah tim yang sangat sulit diberi ruang sedikit pun dalam perburuan gelar.
Di sisi lain, City terlihat seperti menikmati situasi tersebut. Pengalaman panjang Guardiola bersama skuadnya membuat mereka tetap tenang meski berada dalam tekanan besar.
Pemain-pemain seperti Erling Haaland, Rodri, hingga Foden tahu betul bagaimana rasanya menghadapi perburuan trofi sampai detik terakhir musim.
Baca Juga: Musim Paling Gila Arsenal! Rekor Berjatuhan, Final Liga Champions di Depan Mata
Kini Premier League benar-benar memasuki fase yang paling menegangkan. Arsenal masih berada di posisi terdepan, tetapi Manchester City terus mengirim pesan bahwa mereka belum selesai.
Dan jika City terus menjaga momentum kemenangan seperti saat menghadapi Crystal Palace, bukan tidak mungkin perebutan gelar musim ini akan berubah menjadi salah satu drama paling gila dalam beberapa tahun terakhir.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







